Hanya Perlu Tahu Nomor, Seluruh Isi Handphone Bisa Terlihat Pakai Spyware Israel Ini Dalam 5 Menit!

Untuk masuk ke dalam sebuah smartphone dan mengobok-obok isinya, mereka hanya perlu dengan miss called alias panggilan yang tak dijawab.

Hanya Perlu Tahu Nomor, Seluruh Isi Handphone Bisa Terlihat Pakai Spyware Israel Ini Dalam 5 Menit!
mosio.com
Ilustrasi sms di handphone. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kecanggihan NSO dalam menyusup untuk mencuri data terbukti dengan bobolnya aplikasi WhatsApp oleh perusahaan software asal Israel itu.

Untuk masuk ke dalam sebuah smartphone dan mengobok-obok isinya, mereka hanya perlu dengan miss called alias panggilan yang tak dijawab.

Biang keroknya memang seperti diduga banyak orang, yaitu NSO dari Israel.

Deretan Aplikasi Zakat Online yang Terjamin Keamanannya, Bayar Zakat Tanpa Ribet!

Mengikuti Instagram, WhatsApp Dikabarkan Akan Siapkan Iklan Di Dalam Aplikasi

Cerita Korban Aplikasi VPN, Saldo ATM Ludes Dibobol, Simak Bahaya Penggunaannya!

Beberapa waktu lalu terjadi saling tuduh di berbagai negara di dunia yang 'panas' akibat terbunuhnya Jamal Khashoggi di Kedutaan Besar Arab Saudi di Turki.

Jamal Khashoggi sendiri adalah warga negara Saudi dan bekerja sebagai wartawan untuk The Washington Post, Amerika Serikat.

Ternyata ada teknologi Israel yang berperan melacak posisi Jamal Khashoggi selama ini, yang bentuknya berupa aplikasi spyware alias aplikasi mata-mata yang canggih.

Spyware itu biasa dikenal di kalangan intelijen sebagai Pegasus, dan dibuat oleh NSO Group. 

Dilansir dari Vice Motherboard, sebuah sumber mengatakan berhasil melihat dari dekat cara kerja spyware pengintai asal Israel itu.

Informasi ini ditegaskan Vice Motherboard bahwa sang sumber memiliki pengetahuan langsung dan terbaru dari perusahaan.

Meskipun ada sederet pelanggan yang sangat kontroversial, perusahaan asal Israel ini nampaknya sangat populer di seluruh dunia.

Saat itu seorang pengusaha Israel sedang rapat dengan penyedia spyware NSO itu.

Perwakilan NSO bertanya apakah mereka boleh mendemonstrasikan perangkat lunak mata-mata mereka yang kuat dan mahal, yang dikenal sebagai Pegasus, di telepon si pengusaha itu sendiri.

Sang pengusaha setuju, tetapi mengharuskan NSO untuk menargetkan iPhone lain, yang dia bawa dan memiliki nomor telepon asing. 

Dia memberi NSO nomor telepon itu dan meletakkan telepon di meja.

Artinya, pihak NSO baru tahu nomor itu saat pertemuan dan tak menyentuh iPhone yang baru dibawa itu.

Setelah 5 sampai 7 menit, maka isi layar iPhone-nya muncul di layar besar yang dipasang di ruang rapat.

Semuanya terlihat, bahkan meski si pengusaha tidak mengklik link yang dianggap berbahaya.

vicekantor NSO

"Saya melihat (spyware NSO itu) mengklik semua jenis ikon: ikon email, ikon SMS, dan ikon lain," katanya kepada Vice Motherboard. 

"Dan tiba-tiba saya melihat semua pesan saya di sana dan saya melihat semua email di sana dan mereka mampu membuka informasi apa pun yang ada di [iPhone] saya," lanjutnya.

Bahkan, perwakilan NSO itu bisa mengakses mikrofon dan kamera di iPhone-nya.

Demonstrasi itu menyoroti kuatnya produk yang semakin populer di kalangan pemerintah itu, yaitu software peretasan telepon jarak jauh untuk mengakses komunikasi dan data lain dari target. 

Ya, cukup nomor aktif saja yang dibutuhkan, maka hanya dalam hitungan menit, semua isi smartphonenya bakal bisa diketahui.

NSO adalah salah satu perusahaan utama yang menyediakan produk semacam itu kepada biro iklan di seluruh dunia.

Itu juga termasuk sejumlah pelanggan yang telah memakainya untuk mamantau aktivis hak asasi manusia, pekerja nonprofit (LSM), dan jurnalis di Uni Emirat Arab dan Meksiko.

Pegasus dapat menginfeksi perangkat Android dan iPhone yang paling up-to-date, lalu menyedot email target, obrolan Facebook, dan foto-fotonya.

Pegasus ini juga bisa mengambil lokasi GPS dan panggilan telepon mereka, dan banyak lagi.

ViceData yang diambil software buatan NSO ini

NSO menyediakan software ini, kemudian pelanggan seperti penegak hukum atau badan intelijen menerapkannya sendiri pada target mereka. 

Seperti yang dilaporkan New York Times baru-baru ini, NSO mendemonstrasikan produknya kepada klien potensial. 

Perusahaan saat ini menghadapi sejumlah tuntutan hukum, termasuk dugaan dalam operasi peretasan ilegal itu sendiri.

Awalnya perusahaan beroperasi secara relatif rahasia, sampai para peneliti di Citizen Lab menerbitkan laporan tentang NSO pada tahun 2016 yang menghubungkan produk perusahaan dengan peretasan Ahmed Mansoor, seorang aktivis hak asasi manusia di Uni Emirat Arab.

Sebuah sumber yang akrab dengan NSO mengatakan kepada Motherboard bahwa perusahaan ini memiliki sekitar 600 karyawan, dengan sekitar 250 orang yang bekerja dalam penelitian dan pengembangan, termasuk menciptakan eksploitasi di rumah untuk masuk ke ponsel.

Perusahaan ini memiliki sekelompok insinyur yang memastikan alat-alat perusahaan tetap bisa bekerja, karena produsen smartphone selalu menyatakan "perang" terhadap penyedia hacking pemerintah.

Tujuan 'perang' para vendor smartphone itu untuk memblokir semua kemungkinan yang terbuka yang memungkinkan perusahaan seperti NSO masuk.

NSO biasanya mencoba untuk merendahkan diri dan menjaga agar tidak terlalu tampil. 

NSO bahkan hanya punya situs minimalis dan hanya menghadiri pameran dagang, meskipun salinan brosur produknya telah bocor selama bertahun-tahun.

Sumber yang akrab dengan NSO menambahkan bahwa perusahaan memiliki sekitar 100 karyawan customer support.

Selama bertahun-tahun, organisasi hak asasi manusia telah berulang kali mengkritik NSO karena menjual produknya kepada pelanggan yang tak hanya menargetkan para pembangkang politik seperti Mansoor, tetapi juga membidik wartawan di Meksiko, dan peneliti Amnesty International. 

Sementara dalam pernyataan yang sebelumnya dikirim ke Motherboard, NSO mengatakan bahwa produknya digunakan untuk memerangi terorisme, penculikan anak, dan kejahatan serius lainnya.

Para peneliti dari Citizen Lab telah menerbitkan sebuah laporan yang menemukan produk Pegasus NSO digunakan di 45 negara, termasuk di Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dikirim ke Motherboard, NSO membantah dengan mengatakan banyak negara yang terdaftar oleh Citizen Lab bukan pelanggan, dan produknya tidak bisa beroperasi di Amerika Serikat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Amirul Muttaqin
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved