Breaking News:

Ramadhan 2019

Tata Cara Itikaf, Niat dan Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadan

Itikaf adalah mengurung diri atau menetap. Ini Tata Cara Itikaf, Niat dan Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadan

Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
ISLAM KAFAH
Tata Cara Itikaf, Niat dan Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadan 

TRIBUNSTYLE.COM - Itikaf adalah mengurung diri atau menetap.

I’tikaf (إعتكاف) berasal dari kata ‘akafa (عكف) yang berarti al habsu (الحبس) adalah mengurung diri atau menetap.

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, pengertian itikaf secara bahasa adalah berada di suatu tempat dan mengikat diri kepadanya.

Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Bersamadakwah.net, Sayyid Sabiq berpendapat hukum itikaf ada dua macam yakni wajib dan sunnah.

Hukumnya menjadi wajib dilakukan seseorang karena kewajibannya misal nadzar.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengalaminya.

أَنَّ عُمَرَ سَأَلَ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ كُنْتُ نَذَرْتُ فِى الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، قَالَ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ

Umar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, dulu aku di masa jahiliyah pernah bernadzar untuk beritikaf satu malam di masjidil haram.” Rasulullah lantas bersabda, “Maka penuhilah nadzarmu itu.” (HR. Bukhari).

Itikaf sunnah adalah itikaf yang dilakukan secara suka rela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Termasuk itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan yang termasuk sunnag muakkadah atau sunnah yang dianjurkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan ini.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa i’tikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau diwafatkan Allah. Kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau wafat.” (HR. Bukhari).

NIAT ITIKAF

( )

نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitul i’tikaafa sunnatal lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat itikaf, sunnah karena Allah Ta’ala

KUTAMAAN ITIKAF

1. Setiap saat mendapatkan pahala

Sebab diamnya di dalam masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Banyak ibadah yang bisa dilakukan seperti salat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu.

2. Sunnah Rasul

Inilah ibadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah bahkan di Ramadan terakhir beliau sebekum wafat.

3. Dapat Lailatul Qadar

Orang yang beritikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, insyallah akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Menurut hadits-hadits shahih, lailatul qadar turun pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Saat itu orang yang beritikaf sedang beribadah kepada Allah.

Bahkan seandainya orang yang beritikaf itu sedang tidur dan hanya bangun sebentar pada malam lailatul qadar, insya Allah ia tetap mendapat lailatul qadar.

SYARAT DAN RUKUN

Semua ulama sepakat bahwa tempat itikaf adalah di masjid.

Untuk sahnya i’tikaf disyaratkan hal-hal sebagai berikut:

1. Beragama Islam

I’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir.

2. Berakal sehat

I’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang gila dan sejenisnya. I’tikaf juga tidak sah jika dilakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz.

3. Bertempat di masjid

I’tikaf tidak sah jika dilakukan di rumah.

Kecuali menurut mazhab Hanafi yang membolehkan wanita beri’tikaf di mushala rumahnya.

4. Suci

I’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang yang sedang junub, haid atau nifas. Bahkan mereka dilarang berada di dalam masjid.

5. Izin suami bagi istri.

Menurut mazhab Hanafi, Syafii dan Hambali, seorang istri tidak sah beri’tikaf tanpa izin dari suaminya.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
TribunStyle.comItikafAllah SWT
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved