Kasus Mutilasi

Tulisan Tangan Sugeng, Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang Ungkap Karakternya, 'Kaku, Egois, Lembut'

Dilihat dari tulisan tangannya, Sugeng Angga Santoso dinilai sebagai sosok yang kaku, egois, sekaligus lembut.

Tulisan Tangan Sugeng, Pelaku Mutilasi Pasar Besar Malang Ungkap Karakternya, 'Kaku, Egois, Lembut'
TribunStyle.com Kolase/SuryaMalang Hayu Yudha Prabowo
MUTILASI - Polisi menunjukan tulisan yang ditemukan di dekat potongan tubuh korban mutilasi di Lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019). Pada lokasi penemuan bagian tubuh korban mutilasi yang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan sejumlah tulisan. 

"Sugeng ini kalau berbicara sama orang normal modelnya seperti orang gila. Tapi, kalau pihak Rumah Sakit Jiwa yang mengajak berbicara dia kayak orang normal. Itu yang membuat RSJ tidak membawanya," terang Narko, dikutip TribunStyle.com dari Surya.co.id, Jumat (17/5/2019).

Tidak hanya itu, di mata tetangga, Sugeng memang sering menuliskan tulisan aneh.

Salah satunya dengan menyebut nama Tuhan dan beberapa nama keluarganya.

"Keluarga Sugeng ini banyak, namun kebanyakan memiliki kelainan juga. Seperti yang dialami Sutoyo, kakak Sugeng yang sudah tidak mau tau lagi dengan tetangga kanan kiri," jelas Muhammad Luthfi, Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan.

Kata Luthfi, Sugeng juga sering berinteraksi dengan anak-anak kecil.

Tulisan yang ditemukan di lokasi penemuan mayat di Pasar Besar Kota Malang
Tulisan yang ditemukan di lokasi penemuan mayat di Pasar Besar Kota Malang (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Dia suka menyapa anak-anak, dan anak-anak di sini juga tidak ada yang takut sama Sugeng karena sering diajak bercanda.

Lutfhi mengaku, bahwa di setiap tulisan yang Sugeng tulis di tembok seperti ada kata-kata dendam.

"Entah itu dendam dengan warga, keluarganya, atau merasa seperti dikucilkan setelah diusir warga," terangnya.

Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kota Malang ini, sudah menduga jika pelakunya Sugeng ketika melihat tulisan pelaku mutilasi.

Menurut Luthfi, font yang ditulis itu, dan kata-katanya mirip dengan yang ditulis Sugeng.

"Saya sudah menduga kalau pelakunya itu Sugeng. Karena setiap hari kalau saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali Sugeng. Jadi saya tahu persis," ucapnya.

Di rumah yang kini ditinggali Sugeng itu juga terdapat beberapa tulisan yang dibuat oleh Sugeng.

Sedikitnya ada dua tulisan besar dan beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Besok kalau aku mati, pembalasannya lebih kejam"

Rumah yang ditinggali Sugeng itu merupakan rumah kosong dan Sugeng biasa tidur di samping rumah tersebut.

Karena dianggap memiliki gangguan kejiwaan, pihak kepolisian rencananya akan memberikan pendampingan terhadap Sugeng.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, Sugeng nantinya akan didampingi dokter maupun psikiater.

"Rencananya, yang bersangkutan akan kami beri pendampingan agar ada yang menemani ketika dilakukan penyelidikan," ucapnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Sugeng ditangkap setelah tim K-9 Polres Malang Kota melibatkan anjing pelacak dalam penyisiran pencarian pelaku pada Rabu (15/5/2019).

Saat ditangkap, Sugeng mengaku tidak membunuh wanita tersebut dan hanya memutilasinya.

Dalam keterangannya, wanita tanpa identitas itu meninggal dunia karena sakit yang ia derita.

Setelah meninggal selama 3 hari, Sugeng kemudian memutilasinya menggunakan gunting rumput.

Dia berdalih, mutilasi dilakukan karena permintaan korban.

(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)

Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Desi Kris
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved