Cerita Viral
Viral Tes Kesehatan Mata Online yang Beredar di Aplikasi Chatting, Ini Kata Dokter
Belum lama ini beredar sebuah pesan di aplikasi chatting yang menyebutkan tes kesehatan mata online dengan hanya melihat gamra titik-titik putih.
Penulis: Vega Dhini Lestari
Editor: Desi Kris
TRIBUNSTYLE.COM - Belakangan ini beredar sebuah pesan di aplikasi chatting yang menyebarkan gambar yang dikatakan bisa untuk tes kesehatan mata secara online.
Pesan tersebut menjadi viral dan tersebar dengan cepat.
Dilansir dari sains.kompas.com, dalam pesan ini terdapat sebuah gambar titik-titik berwarna putih melingkar dengan latar belakang berwarna hitam.
Tidak hanya gambar titik-titik tersebut, pesan ini juga berisi informasi mengenai instruksi untuk membaca angka yang Anda lihat pada gambar.
• Tak Biasa, Bulu Mata Perempuan ini Justru Memanjang Saat Menjalani Pengobatan Kanker
• Gegara Tidur Pakai Lensa Kontak, Kornea Mata Wanita Ini Digerogoti Bakteri Ganas, Terancam Buta!
Menurut pesan tersebut, masalah yang dialami mata akan ditunjukkan oleh angka apa yang terlihat oleh mata Anda.
Kondisi mata yang disebutkan dalam pesan ini adalah mata silinder, mata minus dan normal.
Untuk mengonfirmasi kebenaran tes mata online ini, Kompas.com menghubungi dr. Widyandana, staff Neuro-Oftalmologi RSUP Dr. Sardjito sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran UGM.
Dokter yang akrab disapa Doni ini menjawab melalui pesan singkat dengan tegas, "hoaks itu," seperti yang dikutip dari sains.kompas.com.
dr. Doni juga menegaskan belum pernah melihat dasar ilmiah dari tes semacam ini.
• Wanita Ini Kornea Matanya Digerogoti Bakteri Ganas Gegara Tidur Pakai Lensa Kontak, Terancam Buta!
• Miliki Mata Panda Yang Ganggu Penampilan? Ini Tips Mudah Untuk Atasi Lingkaran Hitam Di Bawah Mata
Menurut dr. Doni, tes kelainan penglihatan biasanya menggunakan huruf Snellen dan alat autoref untuk mengetahui normal atau tidak penglihatan seseorang.
Tes kesehatan mata sebaiknya dilakukan di rumah sakit agar mendapatkan resep dari dokter mata untuk mendapatkan kacamata yang sesuai dengan kondisi penglihatan.
Tidak hanya mengenai tes mata tersebut, dr. Doni juga menegaskan bahwa resep kacamata yang tepat adalah yang diberikan oleh dokter mata.
Jadi sebaiknya lakukan tes kesehatan mata di rumah sakit dengan ditangani oleh dokter spesialis mata. (TribunStyle/Vega Dhini Lestari)
Jalani Pengobatan Kanker, Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Panjang dan Lentik, Dikira Ekstensi!
Jalani Pengobatan Kanker, Bulu Mata Wanita Ini Tumbuh Panjang dan Lentik, Dikira Ekstensi!
TRIBUNSTYLE.COM - Bulu mata seorang wanita tumbuh hingga 3 cm hanya dalam waktu tiga minggu.
Dilansir dari dailymail.com ( 01/5/2019), kejadian tersebut merupakan efek samping dari pengobatan kanker yang tengah dijalaninya.
• Unik! Sepatu Raksasa Warnai Aksi May Day di Jakarta, Merk Sepatu Populer Dianggap Rampas Hak Buruh
Ketika memperhatikan wajahnya, ia menyadari bulu matanya tumbuh secara tak wajar.
Bahkan orang-orang mulai bertanya dimana ia bisa mendapatkan ekstensi bulu mata yang serealistis itu.
"Orang-orang sering menanyai saya dimana mendapatkan ekstensi bulu mata serealistis ini," ungkapnya.

Namun, wanita yang tidak disebutkan namanya ini mengungkapkan bahwa pertumbuhan bulu matanya membawa masalah tersendiri.
Kelopak matanya menjadi sering gatal dan jika digaruk bisa mengakibatkan infeksi.
"Bagian yang kurang menyenangkan adalah ketika kelopak mataku terasa gatal dan akan infeksi jika digaruk," sambungnya.
Wanita tersebut menyebut kondisi pertumbuhan bulunya sebagai hal yang menyenangkan sekaligus menyusahkan.
• 5 Tradisi Unik di Berbagai Belahan Dunia, Orang Kenya Menyapa Tamu dengan Ludah!
Dalam dunia medis kondisi demikian dinamakan trikomegali bulu mata.
Yaitu kondisi di mana bulu mata memiliki panjang yang tidak normal.
Kondisi tersebut bisa terjadi pada sesorang karena bawaan lahir, atau dikarenakan penggunaan obat-obatan.
Pada kasus yang diketahui berasal dari Inggris tersebut, bulu matanya memanjang sebagai efek samping dari obat cetuximab.
Yaitu obat yang ia konsumsi selama terapi pengobatan kanker.
• 5 Tradisi Unik di Berbagai Belahan Dunia, Orang Kenya Menyapa Tamu dengan Ludah!
Pada umumny efek seperti ini terjadi setelah pasien menjalani pengobatan kanker selama 5 bulan.
Tetapi pada kasus ini wanita tersebut baru menjalani perawatan selama 3 minggu.
Meski nampak tidak berbahaya, namun kondisi tersebut tetap berpotensi menyebabkan infeksi pada kelopak dan kornea mata karena pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.
Belum ada keterangan lebih lanjut apakah bulu mata tersebut akan tetap bertahan untuk selamanya atau hanya selama ia menjalani pengobatan.
Like Fanpage Facebook TribunStyle.com :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tesmata_.jpg)