Bupati Talaud Ditangkap KPK, Ini Fakta Sederet Kontroversi yang Dilakukan Sri Wahyumi Manalip

Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditangkap oleh KPK atas dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2018 Kabupaten Talaud.

Bupati Talaud Ditangkap KPK, Ini Fakta Sederet Kontroversi yang Dilakukan Sri Wahyumi Manalip
iStock/ANTARAFOTO-Dhemas Reviyanto-nasional.kompas.com
Bupati Talaud Ditangkap KPK 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus penangkapan kepala daerah yang ditangkap oleh KPK kembali terjadi.

Kali ini Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ditangkap atas dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2018 Kabupaten Talaud.

Bupati Talaud Sri Wahyumi Manalip ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (30/4/2019) pukul 11.20 WITA.

Berdasarkan pantauan TribunStyle pada acara KompasTV, dalam penangkapan ini juga disertai barang bukti uang senilai total sekitar Rp 513.855.000.

Barang bukti tersebut berupa satu buah handbag Chanel, tas Valencia, jam tangan Rolex, anting berlian, cincin berlian dan uang tunai sebesar Rp50 juta.

Dinonaktifkan Pasca Berkunjung ke Negara Donald Trump, Bupati Talaud Ungkap Fakta Mengejutkan

Fakta Menarik Bupati Talaud Sri Wahyumi Dipecat Mendagri Gegara Temui Trump, Cek Foto-foto Cantiknya

Bupati Talaud ditangkap KPK
Bupati Talaud ditangkap KPK (ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto/nasional.kompas.com)

Sebelum ditangkap oleh KPK, Bupati Talaud ini pernah melakukan beberapa hal penuh kontroversi.

Berikut TribunStyle.com merangkum sejumlah kontroversi yang pernah dilakukan oleh Bupati Talaud seperti yang dikutip dari Kompas.com:

1. Maju Dalam Pilkada 2013 dan Mengaku Didukung Partai Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Padahal Tidak

Sri Wahyumi Manalip maju dalam Pilkada 2013 dan mengaku didukung oleh tiga partai.

Ketiga partai tersebut adalah Partai Gerindra, Parta Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).

Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip
Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip (Instagram @swmanalip)

Namun PPRN menyatakan tidak pernah memberikan dukungan kepada Sri Wahyumi Manalip (SWM) untuk mencalonkan diri maju dalam Pilkada 2013 ini.

Atas kejadian tersebut tiga orang komisioner KPU Talaud dipecat karena dianggap tidak teliti.

2. Menjabat Sebagai Ketua DPC PDI-P Talaud Namun Tidak Pernah Menghadiri Rapat Partai

Setelah menang dalam Pilkada 2013 tersebut, SWM meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan PDI-P.

Dirinya dipercaya sebagai Ketua DPC PDI-P Talaud.

Namun hubungan SWM dan PDI-P retak tidak lama kemudian.

Bahkan SWM tidak pernah menghadiri rapat-rapat internal partai.

Saat Ketua Umum PDI-P Megawati menggelar rapat koordinasi pun, SWM juga tidak hadir pada rapat tersebut.

Hal ini membuat Ketua DPD PDI-P Sulut, Olly Dondokambey berang.

SWM lalu dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P.

3. Pernah Mendapat Teguran dari Gubernur Sulut Karena APBD

SWM juga pernah mendapat teguran dari Gubernur Sulut pada tahun 2015.

Pada waktu tersebut Gubernur Sulut dijabat oleh Sinyo Harry Sarundajang.

SWM ditegur lantaran menjalankan APBD yang tidak sesuai dengan yang dikonsultasikan ke Tim TAPD Pemprov Sulawesi Utara.

Barang bukti saat penangkapan Bupati Talaud
Barang bukti saat penangkapan Bupati Talaud (ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto/nasional.kompas.com)

4. Tidak Mengindahkan Larangan Menteri Dalam Negeri

SWM juga pernah tidak mengindahkan larangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam memutasi Aparat Sipil Negara di lingkungan Pemkab Talaud.

SWM menonaktifkan lebih dari 300 ASN eselon II, III dan IV setelah kalah dalam Pilkada 2018.

Padahal seorang kepala daerah dilarang oleh undang-undang untuk memutasi ASN usai Pilkada.

Dulu Ceraikan Istri Lewat SMS, Mantan Bupati Garut Aceng Fikri Nikahi Wanita 16 Tahun Lebih Muda

Sri Wahyu Manalip – Foto-Foto Bupati Cantik Talaud yang Dinonaktifkan Usai 2 Kali ke AS Tanpa Izin

5. Pernah Dinonaktifkan Sebagai Bupati Talaud

Tidak hanya mengindahkan larangan Mendagri untuk tidak memutasi ASN, SWM juga pernah dinonaktifkan selama tiga bulan sebagai Bupati Talaud oleh Mendagri pada tahun 2018.

SWM dianggap melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa izin pada bulan Oktober hingga November 2017.

Sri Wahyumi Maria Manalip
Sri Wahyumi Maria Manalip (Instagram @swmanalip )

Sedangkan sebagai kepala daerah, seharusnya SWM meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

SWM pun berdalih dirinya pergi ke Amerika Serikat tidak dengan uang negara.

SWM juga diketahui pernah meninggalkan daerah usai kalah dalam Pilkada Talaud 2018 selama 11 hari. (TribunStyle/Vega Dhini Lestari)

Like Fanpage Facebook TribunStyle.com :

Subscribe Channel Youtube TribunStyle.com :

Ikuti kami di
Penulis: Vega Dhini Lestari
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved