5 Fakta Menarik Agung Darma, Pengantar Galon Lolos Jadi Anggota Dewan, Ini Janjinya Saat Kampanye

5 fakta menarik Agung Darma, pengantar galon lolos jadi anggota dewan, ini janjinya saat kampanye

5 Fakta Menarik Agung Darma, Pengantar Galon Lolos Jadi Anggota Dewan, Ini Janjinya Saat Kampanye
Kompas.com
5 Fakta Menarik Agung Darma, Pengantar Galon Lolos Jadi Anggota Dewan, Ini Janjinya Saat Kampanye 

"Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga, karena perjuangan bersama-sama, kita menangkan pertarungan ini,” kata Agung, Kamis (25/4/2019). (Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Chandra Saputra, calon legeslatif yang hampir jual ginjalnya karena terlilit utang dana kampanye di Pemilu 2014.
Chandra Saputra, calon legeslatif yang hampir jual ginjalnya karena terlilit utang dana kampanye di Pemilu 2014. (TribunnewsBogor/kolase)

Kalah Pemilu hingga Dikejar Rentenir, Caleg Ini Hampir Jual Ginjal untuk Bayar Utang Dana Kampanye

Kini masyarakat Indonesia sedang menikmati euforia pesta demokrasi.

Pemilihan umum atau Pemilu 2019 sudah terlaksana pada Rabu (17/4/2019) kemarin.

Selain memilih calon presiden, masyarakat Indonesia juga wajib menggunakan hak suaranya untuk para calon legeslatif atau caleg.

Para caleg ini biasanya dengan susah payah bisa mengajukan dirinya sebagai wakil rakyat.

Dibutuhkan banyak pikiran dan tenaga agar dirinya bisa dikenal masyarakat dan meraup suara banyak.

 Kelelahan Kawal Kotak Suara Sehari Sebelum Pemilu, Aiptu M Saepudin Meninggal Dunia, Keluhkan Ini

Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah butuh biaya yang tak sedikit bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Namun, meski sudah mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, nyatanya tak semua caleg bisa melenggang ke parlemen.

Hal ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi di antara para calon legeslatif.

Gagalnya para calon legeslatif ini tak jarang berdampak pada kondisi kejiwaan si caleg.

Terkadang mereka memiliki beban dalam aspek ekonomi karena dana besar yang telah digelontorkan.

Fenomena semacam ini telah terjadi pada Pemilu 2014 silam.

 Viral Nenek Usia 100 Tahun di Batam Ini Ikut Nyoblos Pemilu 2019, Tak Ingin Golput, Intip Potretnya!

Dikutip dari Nakita, diketahui calon legeslatif Dapil 4 yang berasal dari Kabupaten Pekalongan gagal mendapatkan kursi di DPRD.

Gagal masuk ke parlemen, caleg bernama Chandra Saputra ini lantas memiliki hutang dana kampanye hingga ratusan juta.

TribunnewsBogor
TribunnewsBogor ()

Chandra dikejar utang dana kampanye sejumlah Rp 420 juta.

Karena jumlah hutang yang begitu tinggi, Chandra justru ingin jual ginjalnya.

Chandra pun kabur dari kampungnya di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah karena dikejar penagih utang.

Dia pergi ke Jakarta untuk menjual ginjalnya dan uangnya akan dipakai untuk menebus utangya tersebut.

Belum sempat dia menjual ginjalnya ternyata ada sosok yang membantunya untuk melunasi utangnya.

 Pakai Kaus Bertuliskan Kontrol Saat Nyoblos Pemilu 2019, Nurhadi Capres Nomor 10 Ungkap Maknanya

Dikutip dari Tribunnews.com pada berita 2014 lalu, Chandra mengaku jika yang membantunya adalah mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan seorang yang tak mau disebut namanya.

Tribunnews/Adiatmaputra Fajar Pratama
Tribunnews/Adiatmaputra Fajar Pratama ()

"Yang membantu saya memang pak Dahlan dan teman relasinya. Mohon maaf saya tak mau menyebutkan seberapa besar yang digelontorkan bapak (Dahlan) dan bos (relasi Dahlan) saya," tuturnya.

Seorang yang tak mau disebutkan namanya itu diakuinya sebagai bosnya saat itu.

"Saya tegaskan memang hutang saya lunas. Yang membantu saya betul pak Dahlan dan relasinya itu yang sekarang bos saya, tapi saya ga mau bilang nominalnya berapa. bapak cuman bilang 'saya ikhlas bantuin kamu' itu kata pak Dahlan ke saya," jelasnya.

Chandra Saputra awalnya didorong masyarakat Pekalongan untuk menjadi caleg DPRD Pekalongan.

 Bukan Foto Selfie dengan Jari Bertinta, Begini Cara Kocak Pasha Ungu Meriahkan Pemilu 2019

"Karena saya rajin bersosialisasi dengan masyarakat, dan kegiatan pemuda salah satunya Karang Taruna, masyarakat ingin saya mencalonkan diri," jelasnya dikutip dari Wartakota.

Sayangnya, hasil akhir Pemilu 2014 tak sesuai harapan.

Partai yang mengusungnya pun hanya mendapat 1 kursi di daerahnya.

Kabar terbaru, di tahun 2017 lalu Chandra Saputra bergabung dengan rombongan UMKM dalam Pameran Centro Interamericano de Artesanias Artes Pupulares (CIDAP) atau dikenal Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Populer Antar-Amerika di Cuenca, Ekuador, Amerika Selatan.

Chandra waktu itu didelegasikan sebagai salah satu koordinator asal Indonesia. (Delta Lidina/TribunStyle)

Yuk Subscribe Channel YouTube TribunStyle.com:

Ikuti kami di
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Desi Kris
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved