Pemilu 2019

Kisah Ibu Hamil Keguguran Lantaran 2 Hari Non Stop Jaga di TPS, Suami Menyesal Beri Izin

Di balik sukses dan lancarnya Pemilu 2019 itu, banyak sejumlah pihak yang berperan penting yaitu para petugas KPPS yang bertugas di TPS.

Kisah Ibu Hamil Keguguran Lantaran 2 Hari Non Stop Jaga di TPS, Suami Menyesal Beri Izin
Kompas.com / instimewa
Sri Utami dirawat di RS setelah keguguran karena kelelahan usai bertugas di TPS 

 TRIBUNSTYLE.COM - Pemilu 2019 menjadi peringatan besar lima tahunan bagi rakyat Indonesia.

Pesta demokrasi yang digelar pada Rabu 17 April 2019 itu berjalan dengan sukses dan lancar.

Di balik sukses dan lancarnya Pemilu 2019 itu, banyak sejumlah pihak yang berperan penting yaitu para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Merekalah yang melakukan proses pemungutan hingga penghitungan suara sehingga hasilnya bisa diserahkan secara berjenjang hingga ke KPU.

Banyak kabar sejumlah petugas KPPS yang sakit bahkan meninggal dunia karena kelelahan pada proses Pemilu 2019 ini.

Kelelahan Kawal Kotak Suara Sehari Sebelum Pemilu, Aiptu M Saepudin Meninggal Dunia, Keluhkan Ini

Sama halnya yang dialami oleh seorang Ibu asal Sulawesi Tenggara yang dikabarkan telah ikut berjuang mengawal jalannya Pemilu.

Dilansir Gridhot.ID dari Kompas.com Sabtu (20/4/2019), Sri Utami (30), salah seorang anggota KPPS di TPS 1 Desa Lalonggotomi, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, keguguran setelah bertugas selama dua hari.

Ia kehilangan calon buah hatinya yang berusia dua bulan setelah bertugas sebagai KPPS.

Hal ini dibenarkan suami Sri, Muhammad Agus (32).

"Dia bertugas selama dua hari penuh. Keterangan dari dokter, istri saya keguguran karena kelelahan. Memang ia lembur sampai pagi," ujar Agus saat dihubungi, Sabtu (20/4/2019) malam.

 
Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved