Pemilu 2019

Tragedi Pilu Pemilu 2019, Remaja Meninggal 24 Jam Lebih Jadi Saksi, Ketua KPPS Tewas Tertabrak Truk

Tubuh Rusmita ambruk setelah bertugas sebagai saksi Parta Persatuan Pembangunan (PPP) di TPS 2 Jonggoa selama 24 jam lebih.

Tragedi Pilu Pemilu 2019, Remaja Meninggal 24 Jam Lebih Jadi Saksi, Ketua KPPS Tewas Tertabrak Truk
TribunStyle.com Kolase/Kompas.com/Abdul Haq/ Istimewa
Tragedi Pilu Pemilu 2019 

TRIBUNSTYLE.COM - Pemilu 2019, pesta demokrasi terakbar di Indonesia diwarnai sejumlah kisah memilukan.

Salah satunya dialami oleh Rusmita, seorang gadis remaja asal Dusun Jonggoa, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabokbang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Gadis yang masih berusia 17 tahun tersebut meninggal dunia setelah 24 jam lebih bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tubuh Rusmita ambruk setelah bertugas sebagai saksi Parta Persatuan Pembangunan (PPP) di TPS 2 Jonggoa selama 24 jam lebih.

"Terakhir tinggal rumah saat subuh hari Rabu dan besoknya pulang jam pagi (pukul 06.00 WITA Kamis (18/4/2019)," terang orangtua Rusmita, Muhammad Ridwan Daeng Ngawing, dikutip TribunStyle.com dari Kompas.com, Sabtu (20/4/2019).

8 Anggota Kepolisian ini Gugur Saat Bertugas Mengawal Pemilu 2019

Menurut penuturan keluarga, korban sempat tertidur hingga pukul 12.00 WITA sebelum ke kebun untuk mengantarkan makanan kepada kedua orangtuanya.

Di sanalah, Rusmita ambruk dan meninggal dunia.

Suasana rumah keluarga Rusmita.
Suasana rumah keluarga Rusmita. (KOMPAS.com / ABDUL HAQ)

"Pulang pagi, sempat tertidur dan bangun jam 12 siang, dan ke kebun bawakan saya makan di situlah dia jatuh dan meninggal," tambahnya.

Ridwan semakin yakin anaknya kelelahan lantaran sang putri tidak memiliki penyakit apa pun.

"Anak saya tidak punya penyakit mungkin karena kelelahan," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved