Pemilu 2019

Sejarah Mencelupkan Jari ke Tinta Saat Pemilihan Umum, India Pencetusnya

Ini nih sejarah mencelupkan jari ke tinta warna ungu saat pemilihan umum.

Sejarah Mencelupkan Jari ke Tinta Saat Pemilihan Umum, India Pencetusnya
Kolase Instagram
Artis-artis Indonesia yang sudah menggunakan hak suara di Pilpres 2019 di luar negeri, termasuk Acha Septriasa dan suami tercinta (kiri). 

Mysore Paints sendiri telah mengekspor tinta produksinya ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Dikutip dari Businesstoday, Rabu (17/04/2019), perusahaan menjual satu botol ukuran 10 ml dengan harga Rs 183 atau Rp 36 ribu.

Satu botol tinta cukup untuk dipakai sekitar 700 orang.

Berkat itu, perusahaan yang didirikan pada tahun 1937 ini sukses meningkatkan lapangan kerja lokal.

Kini perusahaan itu tidak hanya memproduksi tinta, tapi juga cap dan cat persediaan untuk tank perang kepada Kementerian Pertahanan menurut Business Insider.

5 Cara Tercepat Bersihkan Tinta Coblosan Pemilu di Jarimu, Termasuk Pakai Losion Anti Nyamuk!

3. Apakah Komposisi Tinta Pemilu?

Mengutip Deccan Herald, Rabu (17/4/2019), salah satu komponen tinta adalah perak nitrat, yang konsentrasinya bervariasi mulai dari 7- 25 persen.

Itulah yang membuat menempel pada kulit, sehingga sulit dihilangkan ketika dicuci.

Tinta yang diproduksi Mysore Paints hanya dapat memudar seiring waktu, sampai sel-sel kulit baru menggantikan yang mati. (*)

(Grid.ID, Mia Della Vita)

Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Bukan dari Indonesia, Asal Usul Celupkan Jari Tangan ke Tinta Usai Nyoblos Ternyata Berasal dari India, Berikut Sejarahnya!.

Yuk Subscribe Channel YouTube Tribunstyle di bawah ini:

Ikuti kami di
Editor: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved