Menantu Bakar Mertuanya di Malang, Ini 7 Fakta Terbarunya, Korban Sempat Berteriak Penjarakan Pelaku

Kasus menantu yang tega membakar mertuanya menghebohkan publik. Ini 7 fakta terbaru kasus ini, korban sempat meneriaki pelaku agar dipenjara.

TRIBUNSTYLE.COM - Peristiwa memilukan menimpa Lasmini (57) warga Desa Tawang Sari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat (12/4/2019) lalu.

Lismini dibakar hidup-hidup oleh menantunya sendiri, NR karena berselisih paham.

1. Kronologi Kejadian

Dilansir dari Tribunnews.com, peristiwa bermula saat NR mengetuk pintu belakang rumah mertuanya pada Jumat (12/4)

Lismini yang sedang membersihkan sayuran membukakan pintu belakang rumahnya ini.

Namun tidak disangka, Lasmini langsung disiram pertalite oleh NR yang tak lain adalah menantunya sendiri.

TERUNGKAP Alasan Menantu Nekat Bakar Hidup-hidup Mertua di Malang, Tak Cuma karena Kasur

5 Fakta Menantu Bakar Ibu Mertua di Malang, Korban Sempat Minta Tolong, Pelaku Lari ke Hutan

Rupanya pertalite ini telah disiapkan oleh NR dalam sebuah baskom plastik.

NR berusaha untuk menyalakan korek api namun segera didorong oleh korban hingga korek apinya jatuh.

NR tidak tinggal diam, dirinya tetap berupaya untuk membakar Lismini.

NR lalu menyalakan kompor gas yang berada di dekat Lismini.

Api dari kompor gas ini lalu menjalar ke tubuh Lismini.

Jenazah Lismini saat tiba di rumah duka di Malang, Sabtu (13/4/2019). Lismini meninggal karena luka bakar yang parah, akibat dibakar oleh menantunya sendiri, Nurul Mutholib.
Jenazah Lismini saat tiba di rumah duka di Malang, Sabtu (13/4/2019). Lismini meninggal karena luka bakar yang parah, akibat dibakar oleh menantunya sendiri, Nurul Mutholib. (TRIBUNMADURA/BENNI INDO)

2. Korban Sempat Meminta Pertolongan

Lismini pun masih sempat untuk keluar dari rumahnya dan meminta pertolongan warga.

Warga yang melihat tubuh Lismini yang terbakar ini berusaha untuk memadamkan apinya.

Warga pun mencoba menolong Lismini dengan memadamkan api tersebut menggunakan handuk basah.

Sementara NR diketahui langsung kabur ke hutan di belakang rumah Lismini.

3. Korban Masih Sempat Membeberkan Aksi Pelaku

Saat Lismini ditolong oleh warga, dirinya sempat membeberkan aksi menantunya ini.

Saksi mata bernama Astami (42) yang menolong Lismini menceritakan bahwa korban mengira yang mengetuk pintu belakang rumahnya adalah Dimas, cucunya.

Tapi saat korban membuka pintu tersebut, justru disiram dengan pertalite oleh pelaku.

Pelaku menyalakan kompor gas dan membakar kertas yang kemudian digunakan untuk membakar Lismini, setelah gagal membakar ibu mertuanya ini langsung dengan korek api.

4. Korban Sempat Berteriak Agar Pelaku Dipenjara

Saat warga berusaha memadamkan api di tubuhnya, Lismini sempat berteriak agar pelaku dipenjarakan.

"Saya dibakar Nurul. Penjarakan dia," terang Astami menirukan perkataan Lismini tersebut seperti yang dikutip dari suar.grid.id.

5. Pelaku Diperiksa Kejiwaannya

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di hutan pada Jumat (12/4/2019) sore.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo, pelaku bersembunyi di hutan karena takut dihajar massa.

NR pun akan dibawa ke psikiater untuk diperiksa kesehatan jiwanya.

"Dari perlakuan tersangka, diduga tidak sehat dari sisi psikologisnya," ujar AKP Anton kepada wartawan.

Pesan Terakhir Mertua yang Dibakar Hidup-hidup Menantunya di Malang, Diteriakkan saat Minta Tolong

Kondisi Kejiwaan Nurul Mutholib, Menantu Bakar Hidup-hidup Mertua di Malang Diduga Terganggu

Fakta mertua dibakar menantu hidup-hidup di Malang, penyebab, kronologi hingga pelaku diperiksa kejiwaannya.
Fakta mertua dibakar menantu hidup-hidup di Malang, penyebab, kronologi hingga pelaku diperiksa kejiwaannya. (SURYAMALANG.COM/Benni Indo)

6. Pelaku Sering Terlibat Konflik dengan Korban

Hasil penyelidikan polisi pun mengungkapkan pelaku yang mengaku sering dihina oleh korban.

Ayah mertua pelaku pun mengungkapkan kemungkinan menantunya iri, karena ibu mertuanya ini membeli kasur baru.

Namun dilansir dari kompas.com, konflik terakhir yang terjadi antara pelaku dan korban adalah masalah iuran air yang dipakai keluarga.

7. Nyawa Korban Tidak Bisa Diselamatkan

Lismini sempat dibawa ke puskesmas terdekat.

Namun karena kondisinya sangat parah, korban lalu dilarikan ke RS Saiful Anwar Kota Malang.

Sayang sekali nyawa korban tidak berhasil diselamatkan karena luka bakar di tubuhnya yang mencapai 95 persen. (TribunStyle/Vega Dhini Lestari)

Like Fanpage Facebook TribunStyle.com :

Yuk Subscribe Channel YouTube TribunStyle.com:

Ikuti kami di
Penulis: Vega Dhini Lestari
Editor: Desi Kris
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved