Dian Al Mahri, Pendiri Masjid Kubah Emas Meninggal, Begini Sosoknya di Mata Wakil Wali Kota Depok

Dian Al Mahri, Pendiri Masjid Kubah Emas Meninggal, Begini Sosoknya di Mata Wakil Wali Kota Depok

Dian Al Mahri, Pendiri Masjid Kubah Emas Meninggal, Begini Sosoknya di Mata Wakil Wali Kota Depok
Kolase TribunStyle
Dian Al Mahri, Pendiri Masjid Kubah Mas Meninggal, Begini Sosoknya di Mata Wakil Wali Kota Depok 

TRIBUNSTYLE.COM - Pendiri Masjid Kubah Emas, Djuriah Rais alias Dian Al Mahri meninggal dunia pada Jumat (29/3/2019) dini hari tepatnya pukul 02.15 WIB.

Kabar meninggalnya pendiri masjid terkenal di Depok itu dibenarkan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

Ia mengatakan telah menerima kabar duka yang menyebut kepergian Dian Mahri.

"Iya, saya sudah dapat informasi duka ini, beliau meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah."

"Saya dikabari kepala dinas barusan."

"Kami tentu sangat kehilangan almarhumah ya," ucap Pradi saat dihubungi wartawan seperti dilansir Tribunstyle.com dari Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Sosok Dian Al Mahri

Di mata Pradi, Dian Al Mahri ialah sosok pribadi yang luar biasa.

Menurutnya, Dia merupakan orang yang sangat menginspirasi.

"Kita semua tahu, karyanya ( Masjid Kubah Emas) sangat dikenal di Indonesia bahkan hingga luar negeri dan itu adalah salah satu ikon Kota Depok. Sangat menginspirasi kami," imbuhnya.

Pradi mendoakan agar jenazah almaruhmah Dian Al Mahri mendapat tempat di sisi Sang Pencipta.

Pasalnya masjid yang didirikannya sangat bermanfaat bagi umat.

"Kami mewakili Pemerintah Depok dan warga Depok menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya."

"Semoga almarhumah husnul khotimah diampuni segala dosanya di terima amal ibadahnya, dan dimasukkan ke surga firdaus," kata Pradi.

Masjid Dian Al-Mahri

Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Wiki, Masjid Dian Al Mahri dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas.

Masjid ini berada di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok.

Selain menjadi tempat ibadah, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga.

Masjid ini banyak menarik perhatian masyarakat karena kubah-kubahnya terbuat dari emas.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten.

Pada tahun 1996, ia membeli tanah yang kini menjelma menjadi masjid.

Pembangunan masjid dimulai sejak tahun 2001 dan baru selesai sekitar akhir tahun 2006.

Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006 atau bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

Masjid ini memiliki luas kawasan 50 hektare, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi.

Masjid Kubah Mas dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah.

Kawasan masjid ini bahkan disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Kubah Emas

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah.

Lima kubah itu di antaranya satu kubah utama dan empat kubah kecil.

Seluruh kubah di masjid ini dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter.

Kubah emas itu dilengkapi dengan mozaik kristal.

Bentuk kubah utama Masjid Dian Al Mahri menyerupai kubah Taj Mahal.

Kubah ini memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter.

Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat.

Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid.

Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Yuk, Like dan Subscribe kanal YouTube TribunStyle.com berikut ini:

Ikuti kami di
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved