Penembakan di Masjid Selandia Baru
UPDATE TERBARU Serangan Teroris di Selandia Baru, Pelaku Ingin Menjadi Pengacara untuk Diri Sendiri
UPDATE TERBARU Serangan Teroris di Selandia Baru, Pelaku Brenton Tarrant memecat pengacaranya dan ingin menjadi pengacara untuk dirinya sendiri.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Update terbaru dari Brenton Tarrant, pria yang menjadi pelaku penembakan serangan teroris di salah satu masjid di Selandia Baru ini telah didakwa dengan pasal pembunuhan.
Bahkan Brenton Tarrant yang berumur 28 tahun yang telah membunuh lebih dari 50 orang di salah satu masjid di Selandia Baru ini dikabarkan dari Insider.com telah memecat pengacaranya sendiri.
Brenton Tarrant bahkan berencana untuk menjadi pengacara untuk dirinya sendiri.
Pengacaranya sendiri Richard Pieters membuat statement bahwa Brenton ini sama sekali tidak memiliki penyakit mental apapun bahkan tergolong sehat, namun dia memeiliki pandangan yang ekstrem terhadap imigran.
Bahkan direncanakan oleh Brenton dia akan membicarakan pandanagan ekstrem yang ia meliki besok.
Pria berumur 28 tahun pelaku penembakan di salah satu masjid di Selandia Baru ini telah membuat kegegeran dengan simbol yang ia utarakan dengan tangan kanannya yaitu simbol OK.
• Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru Pose Ok, Terungkap Maksud Sebenarnya Simbol Ini?
• Satu Keluarga dari Aceh Selamat dari Peristiwa Penembakan Masjid di Selandia Baru, Ini Kisahnya
• Identitas Pelaku Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru, Pernah Jadi Pelatih Gym!
Dan bahkan disinyalir pelaku penembakan di salah satu masjid di Selandia Baru ini terlihat apatis dengan media.
Pengadilan Selandia Baru sendiri sebenarnya telah memberikan pengacara untuk Brenteon pada Sabtu (16/3/2019) lalu.
Dan pengacara yang diberikan oleh pengadilan Selandia Baru ini telah dibebas tugaskan oleh Brenton sendiri sesuai rilisan The New Zealand Herald.
Bahkan Peters pengacara yang ditugaskan untuk mendampingi Brenton menilai dia sehat dan masih bisa melanjutkan pengadilan.
"Dia (Brenton, 28) telihat sehat-sehat saja, namun hal ini sangat tidak masuk akal," kata Peters.
"Dia (Brenton, 28) selain terlihat sehat, tetap saja dia memiliki pandangan ekstrem terhadap imigran."
Peter sendiri bisa mengkonfirmasi bahwa Brenton ingin melakukan ini sendiri dengan tujuan untuk memperlihatkan pandangan ekstremnya kepada orang lain."
• WNI Jadi Korban Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru, Ini Unggahan Terakhir Lilik Abdul Hamid
• Keberanian Ayah Taruhkan Nyawa Lawan Pelaku Penembakan Selandia Baru Demi Anak & Jamaah Lain
• Viral, Kalimat Menyentuh Korban Pertama Aksi Penembakan Brutal di Selandia Baru, Hello Brother
"Saya pikir Brenton tidak akan takut dengan namanya tercoreng, dan bahkan sepertinya juga tidak akan malu dengan perbuatannya," lanjut Peter.
Tambahan Peter, "Pengadilan tidak akan empati terhadap apa yang akan dia lakukan saat ini, jika dia mengiginkan hal ini terjadi."
Brenton Tarrant akan melanjutkan pengadilannya di Pengadilan Tinggi Selandia Baru sampai pada Jumat (5/4/2019).
Dan saat ini Brenton Tarrant telah di berada di penjara dengan keamanan khusus dengan pengawasan 24 jam tanpa henti.
Bahkan Brenton Tarrant tidak meminta media maupun pengadilan untuk melindungi atau menutupi namanya. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)
Like dan Subscribe Ya!