Selain PMS, Ada Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Yuk Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Girls selain PMS ternyata ada Premenstrual dysphoric disorder, yuk lihat apa itu hingga cara mencegahnya.

Selain PMS, Ada Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), Yuk Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
chatelaine.com
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COMBanyak wanita mengalami nyeri menjelang menstruasi dan saat periode tersebut.

Ada yang merasa nyeri dibagian pinggang hingga payudara merasa sakit.

Disaat seperti itu ada beberapa wanita yang mengalami peningkatan keinginan memakan cokelat atau makanan lain agar mengurangi rasa sakit saat Premenstrual syndrome (PMS) secara cepat.

4 Tipe PMS yang Wajib Wanita Tahu, Kamu Sering Alami yang Mana?

Namun terkadang, doping makanan tersebut kurang bereaksi.

Kalau gejala menjelang menstruasi terasa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan kita tidak dapat beraktivitas sama sekali, kemungkinan ada gejala lain selain PMS.

Gejala yang lebih buruk dari PMS ini biasa dikenal dengan PMDD atau Premenstrual dysphoric disorder.

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah gangguan yang jauh lebih parah daripada PMS atau premenstrual syndrome pada umumnya.

Meski PMS dan PMDD sama-sama menunjukkan gejala-gejala fisik dan emosional, PMDD bisa menyebabkan gejala yang ekstrem sampai-sampai tidak bisa beraktivitas seperti biasa bahkan mengganggu hubungan dengan orang-orang terdekat.

Sekitar 3-9% wanita mengalami gangguan PMDD tersebut dan biasanya dialami sekita 2 minggu sebelum menstruasi. 

Kenali Tubuhnya, Ini Dia 3 Tipe Premenstrual Syndrome (PMS)yang sering Dirasakan Para Wanita

Gejala PMS dan PMDD sebenarnya hampir mirip sekali dan terlihat sama, seperti emosi naik turun, perut terasa kembung, nyeri payudara, sakit kepala, dan perubahan jam tidur.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved