Tanggapan Para Musisi Terkait 'Kejanggalan' RUU Permusikan, Burgerkill: Kami Tidak Butuh!

Soal larangan dalam proses kreasi dalam RUU Permusikan, Iwan Fals berkata, "Kayaknya bikin album instrumental enak nih."

Tanggapan Para Musisi Terkait 'Kejanggalan' RUU Permusikan, Burgerkill: Kami Tidak Butuh!
TribunStyle.com/Kolase/ Hai-Online.com/ YouTube.com/Mugo2/ TribunStyle.com
Reza Arap, Arian Tigabelas dan Iwan Fals 

"Yang paling dibutuhkan dalam industri musik adalah perlindungan untuk karya dan hak cipta. Sudah ada UU-nya, tinggal disempurnakan dan dilaksanakan. Proses penciptaan dan kebebasan berekspresi agak sulit kalau diregulasi. #RUUpermusikan," tambah Anji.

Arian 13 (Seringai)

"RUU Permusikan buat gue gak perlu. masalah industri musik, hak cipta, perdagangan, & lainnya kan sudah ada UU-nya juga, disempurnakanlah. apalagi dalam RUU Permusikan banyak pasal2 karet yang mengekang kreativitas. di negara2 lain gak ada UU sejenis, karena memang gak perlu," kicau Arian.

Vokalis Seringai ini juga menyebut jika Pasal 5 & 50 di RUU Permusikan juga sudah bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945.

"Pasal 5 & 50 di RUU Permusikan juga sudah bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945 juga tuh: “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang,” tambah Arian

Burgerkill

"Mohon maaf, kami tidak butuh RUU Permusikan," kicah akun resmi Burgerkill soal RUU Permusikan.

Polkawars

"Ketika kalian semua sibuk mengawal RUU Permusikan, kami sibuk mempersiapkan sebuah lembaga bimbel untuk uji kompetensi musik. Uang uang uang!," kicau Polkawars soal uji kompetensi untuk musikus.

Komentar para musisi lainnya:

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved