Tips & Tricks

5 Rahasia Agar Anak Mau Belajar Akui Kesalahan, Sifat Jujur Jadi Modal Utama!

5 rahasia agar anak mau belajar akui kesalahan, sifat jujur jadi modal utama!

5 Rahasia Agar Anak Mau Belajar Akui Kesalahan, Sifat Jujur Jadi Modal Utama!
Oprah.com
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Setiap orang pasti melakukan kesalahan.

Tak hanya orang dewasa, kesalahan juga bisa dilakukan oleh anak-anak.

Kesalahan sendiri bisa dilakukan baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja.

Bagaimanapun cara kesalahan tersebut terjadi, mengakui kalau sudah berbuat salah tetaplah sebuah keharusan.

Nah, bagi anak-anak, memiliki kemampuan untuk mengakui kesalahan bukanlah hal mudah.

Mereka harus mengecilkan egonya dan berani jujur dengan diri sendiri sebelum jujur dengan orang lain.

Nah, Dikutip dari Kompas.com ada beberapa hal, menurut Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang perlu dilakukan agar anak mau belajar mengakui kesalahan.

1. Ajari anak bersikap jujur

Yaitu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan, sikap apa adanya, tidak ditutup-tutupi atau tidak berbohong.

Sikap anak masih polos sehingga akan sangat mudah kita latih untuk bersikap jujur.

Namun anak akan sulit untuk bersikap jujur apabila setiap melakukan kesalahan anak dimarahi orang tuanya atau dihukum.

Hal demikian akan membuat anak takut untuk mengakui kesalahan. Berilah reward atau penghargaan dan dukungan sekecil dan seberat apapun kesalahan anak.

2. Ajari menyimpulkan bersama akibat dari kesalahan dan memperbaiki kesalahan

Misal anak kita berbuat salah karena membuang kulit pisang sembarangan dan ada orang lain yang terpeleset.
Saat itu orang tua bisa menyadarkan anak.

”Ade tadi bunda lihat membuang sampah sembarangan, jadi teman Ade jatuh terpeleset kuit pisang. Ayo Ade minta maaf dan kita ambil kulit pisangnya sama-sama yuk!”.

Ajak anak untuk segera minta maaf dan mengajaknya untuk mengambil kembali kulit pisang dan membuangnya di tempat sampah.

Jauhkan dari sikap menghakimi sendiri tanpa memberikan solusi saat anak berbuat salah.

3. Berikan rasa aman dan jangan paksa anak mengakui kesalahan

Jangan paksa atau marahi kalau anak menghindar dan masih takut untuk mengakui kesalahan.

Anak akan semakin takut kalau orang tua menyudutkan dan memaksa untuk mengakui kesalahan.

Berilah dukungan dan rasa aman kepada anak. Kalau mereka sudah merasa aman biasanya anakpun akan jujur dan berani mengakui kesalahan.

4. Ajarkan keberanian kepada anak

Untuk mengakui kesalahan dibutuhkan keberanian. Bila anak belum berani meminta maaf, orangtua dapat menemani anak untuk meminta maaf agar timbul rasa percaya diri pada anak.

5. Beri contoh nyata dan keteladanan

Anak-anak adalah peniru ulung. Apa yang dilakukan orang tuanya akan menjadi contoh untuk mereka.

Oleh karena itu saat orang tua melakukan kesalahan dan diketahui anak, tidak usah malu untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Berilah contoh nyata kepada anak-anak bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan.

Melatih anak untuk mau mengakui kesalahan dan minta maaf akan memberikan efek yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan serta kepribadian anak.

Dengan mau mengakui kesalahan, anakpun akan cenderung dapat bersosialisasi dalam lingkungan dan dapat menjadikannya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia

(Triroessita Intan / TribunStyle.com)

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Ikuti kami di
Penulis: Triroessita Intan
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved