Gempa Sulawesi Tengah
4 Hari Pasca Gempa Palu, Adelia Pasha Ungkap Keadaan Mulai Tak Kondusif, Warga Kelaparan Marah-marah
Istri Wakil Wali Kota Palu, Adelia Pasha, mengungkapkan bahwa keadaan warga mulai tak kondusif.
Penulis: Verlandy Donny Fermansah
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNSTYLE.COM - Istri Wakil Wali Kota Palu, Adelia Pasha, mengungkapkan bahwa keadaan warga mulai tak kondusif.
Warga mulai marah-marah karena kelaparan akibat gempa yang melanda Kota Palu hingga Donggala pada Jumat (26/9/2018).
Hal itu disampaikan Adelia Pasha melalui unggahannya di Instagram Stories pada Selasa (2/10/2018) siang.
Adelia menuturkan bahwa situasi di Palu mulai tidak kondusif.
Menurutnya, keadaan itu dipicu minimnya ketersediaan makanan dan minuman bagi korban.
"Di sini keadaan mulai tidak kondusif."
"Masyarakat mulai marah-marah mungkin dampak dari mereka kelaparan dan kehausan." ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah berjuang menangani korban.
Hanya saja dia meminta doa dari masyarakat agar semua masalah di lapangan segera teratasi.
"Kami sudah berusaha sebaik mungkin."
"Kita sama-sama berjuang di sini dan juga korban." tulis Adelia Pasha.
Adelia juga berharap masyarakat tetap bersabar dan tidak berbuat kerusuhan.
"Mudah-mudahan masyarakat bisa meredam dan jangan berbuat kerusuhan." harap istri Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said.

Empat Hari Tidak Makan, Warga Menangis Ingin Tinggalkan Kota Palu Naik Pesawat Hercules TNI
Sebelumnya diberitakan ratusan warga merebut naik pesawat Hercules TNI AU di bandara Sis El Jufri Palu, Senin (1/10/2018) siang.
Warga memaksa naik pesawat agar segera keluar dari Kota Palu.
Meski pesawat baru saja mendarat, warga sudah merangsek mendekati Hercules.
Bahkan banyak warga terlihat panik, takut tak bisa ikut masuk ke dalam pesawat Hercules.
Melihat situasi itu sejumlah anggota TNI segera mengendalikan kericuhan yang terjadi.
Ada pula warga nekat ikut merangsek masuk meski kondisi tubuhnya sudah sakit.
"Seketika itu juga para tentara memperingatkan warga, ada warga yang kondisinya sudah sakit dan harus segera dimasukkan ke ambulans," ungkap Choiril Akbar, anggota tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, seperti dikutip Tribunstyle.com dari Kompas.com pada Selasa (2/10/2018).
Choiril Akbar menceritakan ketika pesawat baru saja mendarat di bandara membawa bantuan.
"Begitu kami tiba di bandara Palu, pukul 13.00 WITA, warga Palu yang mau meninggalkan Palu langsung merangsek ke parkiran pesawat," ujar Choirul.

Pada video laporan Breaking News TV One 'Duka Palu, Sigi, dan Donggala' memperlihatkan bagaimana situasi panik warga ketika pesawat Hercules mendarat di bandara Sis El Jufri Palu.
Warga ada yang berteriak histeris hingga menangis takut tak terangkut ke dalam pesawat.
Seorang ibu-ibu mengenakan kerudung putih berteriak ke arah kamera menceritakan nasibnya menunggu keberangkatan sejak tiga hari terakhir.
Ia mengatakan tak makan selama empat hari.
Keinginannya kini hanya satu yakni segera meninggalkan Kota Palu.
Ibu itu mengatakan membawa 11 anggota keluarganya untuk meninggalkan Kota Palu.
Ia juga bingung mau pergi ke mana tetapi ingin segera keluar dari Palu.
"Empat hari sudah, tidak makan."
"Mau ke mana aja, ke Makassar aja." teriak ibu itu histeris ketika ditanya oleh pewarta TV One, Yasin Idris.
Dalam sekali terbang, pesawat Hercules hanya mampu menampung sekitar 200 orang.
Hal itu tak sebanding dengan minat warga yang ingin ke luar dari Kota Palu menggunakan pesawat tersebut.
Akibatnya kericuhan antar warga sempat terjadi sesaat setelah pesawat mendarat.
• Nyawa Fitri Leonica Selamat Usai Tertimbun Reruntuhan Hotel Roa Roa 3 Hari, Ini Aksi Heroik Tim SAR
• Viral Bayi Laki-laki Ditemukan Masih Hidup di Parit Pasca Tsunami di Palu, Begini Nasibnya Sekarang
(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)
Yuk Subscribe YouTube dan Like Fanpage TribunStyle.com di bawah ini: