Pidato di Acara Kelulusan, Mikrofon Siswa Dimatikan Saat Ungkap Kekerasan Seksual: Saya Frustrasi

Seorang siswa yang baru saja lulus dari sekolahnya harus menemui kenyataan pahit saat pidatonya yang dipotong.

Pidato di Acara Kelulusan, Mikrofon Siswa Dimatikan Saat Ungkap Kekerasan Seksual: Saya Frustrasi
Kolase
Lulabel Seitz 

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang siswa yang baru saja lulus dari sekolahnya harus menemui kenyataan pahit saat pidatonya yang dipotong.

Cewek ini dianggap telah keluar dari topik pidato yang semula ia bicarakan dan mulai membahas tentang kekerasan seksual.

Lulabel Seitz, 17 tahun, baru saja lulus dari Petaluma High School, di California.

13 Foto Ini Diambil Tepat Sebelum Tragedi Mengerikan Terjadi, Semula Baik-baik Saja

Saat pidato perpisahannya itulah mikrofonnya dimatikan setelah dia 'keluar dari skrip'.

Seitz jelas kecewa dan akhirnya merekam versi pidato yang tidak disensor.

Ia mengunggahnya ke YouTube dengan judul ‘Valedictorian Mic Cut: Uncensored Speech’.

Menurut Buzzfeed, Seitz, terinspirasi oleh orang-orang seperti Dr Martin Luther King Jr, yang mengabaikan keinginan para administrator sekolah untuk berbicara menentang perlakuan terhadap korban kekerasan seksual.

Martin Luther adalah subjek yang dekat dengan hatinya saat dia menjadi korban.

Namun para petugas di sekolahnya mematikan mikrofonnya selama acara kelulusan pada Sabtu (2 Juni).

Seitz saat pidato
Seitz saat pidato (YouTube/Lulabel Seitz)

Ia kecewa namun, tidak terkejut dengan tindakan dewan sekolah tidak mengejutkannya 'karena mereka sering melakukan ini, mereka membuat siswa bungkam', menurut Seitz.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Yohanes Endra Kristianto
Editor: Yohanes Endra Kristianto
Sumber:
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved