Teror Bom

Sebelum Ledakan Bom di Gereja Surabaya, Anak Dita Kirim Pesan Misterius, Polisi Bocorkan isinya

Jenazah para pelaku bom bunuh diri di tiga Dita Oepriarto (46) beserta dua anak lelakinya akhirnya dimakamkan.

Sebelum Ledakan Bom di Gereja Surabaya, Anak Dita Kirim Pesan Misterius, Polisi Bocorkan isinya
TribunStyle.com/kolase
Keluarga Dita Supriyanto semasa hidup, pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya diduga satu keluarga.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berdasarkan hasil investigasi polri, Minggu (13/5/2018).

"Pelaku diduga satu keluarga," ungkap Kapolri saat konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) petang.

Sebagaimana diketahui bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro.

Menurut Kapolri, pelaku yang menyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya yang menggendarai Mobil Avanza adalah bapaknya, bernama Dita.

Dita melakuakn serangan bom bunuh diri dengan cara menabrakkan mobil yang dikemudikannya ke Gereja Pantekosta.

"Diduga keras Dita," tegas Kapolri.

Namun sebelum melakukan aksinya, Dita terlebih dahulu mengantar istri dan dua anak perempuannya di Gereja GKI Jalan Diponegoro.

"Isterinya yang diduga meninggal bernama Puji Kuswati. Kemudian anaknya yang perempuan berumur 12 tahun dan Pamela Rizkita (9 tahun)," ujar kapolri.

Di lokasi ledakan ketiga di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, kata Kapolri, pelakunya adalah dua laki-laki yang juga merupakan putera dari Dita.

"Putera dari pak Dita, yang satu namanya Yusuf Fadil, usianya 18 tahun. Dan Firman, usianya 16 tahun," kata Kapolri.

Tito menegaskan semua serangan di tiga Gereja adalah serangan bom bunuh diri.

Seorang tetangga pelaku, Tanjung (50), mengungkapkan pelaku telah tinggal sejak 2010-2011 lalu.

Keluarga pelaku juga diketahui berasal dari Banyuwangi.

Tak Banyak yang Tahu, Makan Telur Tiap Hari Bisa Turunkan Resiko Penyakit Jantung, Berikut Ulasannya

"Setengah tertutup, kalau ketemu ya nyapa," kata Tanjung pada TribunJatim.com, Minggu (13/5/2018).

"Sebelum ada insiden, sekitar jam 13.00 WIB, ada beberapa orang datang. Busananya sama, tertutup gitu," ujarnya.

Ia menyebutkan mengetahui keseharian keluarga pelaku sebagai penjual obat herbal.

"Pekerjaan (mereka) saya nggak tahu pasti, yang saya tahu sering jual herbal gitu," kata Tanjung.

Anaknya pun terlihat sering bermain di depan rumahnya.

"Anaknya juga sering sepedaan di depan rumah," ujarnya.

Artikel ini dipublikasikan Tribun Jatim dengan judul "Sebelum Mati di Surabaya, Anak Teroris Dita Kirim Pesan Misterius, Polisi Bocorkan Isinya, Merinding"

Yuk Subscribe YouTube dan Like Fanpage TribunStyle.com di bawah ini:

Ikuti kami di
Editor: Melia Istighfaroh
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved