Teror Bom

Sebelum Ledakan Bom di Gereja Surabaya, Anak Dita Kirim Pesan Misterius, Polisi Bocorkan isinya

Jenazah para pelaku bom bunuh diri di tiga Dita Oepriarto (46) beserta dua anak lelakinya akhirnya dimakamkan.

Sebelum Ledakan Bom di Gereja Surabaya, Anak Dita Kirim Pesan Misterius, Polisi Bocorkan isinya
TribunStyle.com/kolase
Keluarga Dita Supriyanto semasa hidup, pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

Menurut guru dan temannya, dia tidak ada rencana pindah sekolah.

Foto yang diunggah tersebut tertanggal 3 Februari 2018.

Adanya sebuah pesan misterius itu diartikan oleh Kepala Bagian Psikolog Polda Jawa Timur, AKBP Said Rivai.

Dirinya mengungkapkan, seseorang yang mengalami peristiwa ini akan mengekspresikannya melalui media lain.

"Kalau dia tidak perlu ngomong ke orang lain dengan pesan tersamar," ungkap AKBP Said Rivai.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, meski sang anak bersikap normal namun anak tersebut harus menjaga rahasia kegiatan itu.

"Meski terlihat bersikap normal, dia harus merahasiakan itu. Pasti dia mendapatkan tekanan yang luar biasa," imbuhnya.

Menurutnya, seseorang yang harus menjaga sebuah kerahasiaan itu mengalami tekanan tinggi.

"Orang disuruh menjaga kerahasiaan itu pasti (tekanan) tinggi sehingga dia secara tersamar menuangkan emosinya lewat media sosial atau media lain," tegasnya.

Diketahui sebelumnya, saat peristiwa bom Gereja Surabaya, anak sulung ini bersama adiknya mengendarai sepeda motor dan dinyatakan meninggal dunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Melia Istighfaroh
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved