Beredar Status Viral yang Berisikan Kritik Terhadap Wisuda Paud, Tidak Etis Untuk Anak-anak?
"Tepatkah istilah wisuda untuk anak tamat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK?" bunyi status yang viral tersebut.
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Irsan Yamananda
TRIBUNSTYLE.COM - Dulu, prosesi wisuda hanya dilakukan oleh mereka yang baru lulus dari bangku perguruan tinggi saja.
Namun saat ini, hampir semua jenjang pendidikan pasti selalu diakhiri dengan prosesi wisuda bagi setiap peserta didiknya.
Termasuk anak-anak mungil yang baru lulus dari Pendidikan Usia Dini alias PAUD.
Beberapa hari terakhir, sebuah status yang membahas tentang wisuda viral di media sosial.
Status tersebut diunggah oleh akun Dekmep pada hari Kamis (17/5/2018) silam.
• Disuruh Tito Karnavian Bunuh Diri, Jawaban Para Teroris Bikin Najwa Shihab Nyebut Astagfirullah!
Sepertinya, status tersebut ditulis oleh orang dengan nama Dian Anshoriah yang berasal dari Jimbaran, Bali.
Lewat tulisan tersebut, Dian menilai bahwa prosesi yang dilakukan di setiap jenjang pendidikan, terutama anak usia dini, tergolong tidak etis.
Pasalnya, kegiatan itu sama saja seperti memperlakukan anak-anak tidak sesuai usianya.
Wisuda yang dulunya berlangsung hikmad karena ada satu kebanggaan tersendiri di mana seseorang telah berhasil meraih pendidikan tinggi yang dicita-citakan kini tak lagi sakral.
Mengingat hampir setiap jenjang pendidikan selalu ada prosesi wisuda.
• Heboh Bocah SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung, Saat Diperingatkan Jawaban Si Ayah Tak Masuk Akal!
Kegiatan wisuda yang belum pantas dilaksanakan oleh anak-anak usia dini juga bisa digantikan dengan berbagai kegiatan positif lainnya.
Tentunya kegiatan itu harus sesuai dengan dunia mereka dan mampi mengasah kreativitas anak-anak.
Berikut tulisan lengkapnya.
• Viral Hujan Cuma Satu Rumah di Depok Dikira Kuasa Allah, Usai Diselidiki Banyak yang Nyesal
"AKHIRNYA ADA JUGA YG MEMBAHAS INI.
KEREN....
Hari ini seorang ibu menghadiri acara wisuda anak dia yang baru akan dinyatakan lulus SMP. Beberapa hari yang lalu, teman dia meminta izin tidak datang ke kantor karena akan menghadiri acara wisuda anaknya yang baru menyelesaikan PAUD. Dalam waktu yang hampir bersamaan, keponakan dia yang di SMA juga mengadakan acara wisuda di salah satu hotel di kota dia .
Tepatkah istilah wisuda untuk anak tamat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK?
Secara pribadi, dia sebagai orang tua merasa risih dengan istilah wisuda tersebut. Namun terkadang dia tidak punya pillihan lain, selain mengikuti acara tersebut dengan khidmat.
Kapan istilah wisuda untuk PAUD, SD, SMP, SMA/SMK mulai muncul. Setahu saya istilah "wisuda" dulunya khusus diberikan kepada sesorang yang sudah selesai atau lulus di Perguruan Tinggi. Dan acara wisuda merupakan acara yang sakral dan mengandung banyak filosofi.
Saya masih ingat almarhum Bapak saya, dulunya menjadikan kata-kata” wisuda” sebagai satu-satunya kata kebanggaan. Beliau akan tersenyum dan riang gembira, apabila 9 orang dari anak-anaknya semuanya bisa menjadi sarjana dan diwisuda. Bagi Almarhum Bapak, berita "wisuda" adalah berita yang sangat ditunggu-tunggu dari anak-anaknya yang menempuh jalur kuliah di luar kota.
Dulu di kampung saya, kata wisuda adalah salah satu kata yang diagung-agungkan oleh kebanyakan orang kampung. Karena dari sekian banyak pemuda yang ada di kampung hanya satu atau dua orang saja yang mampu mendapat gelar sarjana. selain faktor perekonomian, orang tua zaman dulu lebih suka anak-anaknya berada di sekitar mereka, apalagi anak perempuan. Bagi almarhum Bapak dan sebagian besar orang kampung saya dulu menyatakan bahwa sarjana adalah penghargaan tertinggi dalam keluarga.
Kesakralan kata ”wisuda” seakan-akan saat ini menjadi pupus. Di kala seorang anak PAUD yang tidak mengerti apa-apa tentang kata “wisuda”, mengenakan baju toga hitam, yang dilengkapi dengan benang yang menggantung di Toga serta didandani bagaikan seorang yang sudah dewasa, lengkap sanggul dan make up serta aksesoris lainnya. Mereka juga mengikuti prosesi memindahkan benang di toga berwarna hitam.
Kenapa Toga berwarna hitam (gelap)? Berdasarkan referensi yang saya baca, toga berwarna hitam mengandung makna simbolis bahwasanya misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan. Tidak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yang selama ini didapatkan oleh mereka. Selain itu warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu tak hanya sarjana, ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya.
Topi toga juga berwarna hitam dan persegi, dimana sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.
Dan juga apa arti dari seremoni kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan? seremoni memindahkan kuncir tali toga yg semula berada di kiri menjadi ke kanan ternyata berarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yg digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dgn aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya.
Apa dasar sekolah PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK mengadakan acara wisuda? Anak TK menggunakan Toga warna hitam dan topi persegi. Mari kita bepfikir secara rasional, Anak TK/PAUD adalah anak yang berusia 4-6 tahun. Dimana usia tersebut, dunia mereka adalah dunia bebas hambatan, dunia mereka adalah dunia bermain tanpa hambatan.
Menurut saya, prosesi wisuda bagi anak-anak PAUD tidaklah pantas. Acara ini tidaklah mendidik. Dimana jangan bebani mereka dengan hal-hal yang sebenarnya belum pantas untuk mereka jalani. Kalau saja PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK mereka sudah diwisuda, maka esensi wisuda itu sendiri akan hilang. Rasa bangga saat mereka diwisuda saat menempuh jenjang S1 akan menurun.
Oleh sebab itu, dunia pendidikan khususnya jenjang PAUD, lebih hati-hati lagi dalam menggelar acara untuk anak-anak usia dini. Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan sesuai dengan dunia mereka dan dapat mengasah kreatifitas mereka,
Saya berani mengatakan kalau acara wisuda buat anak PAUD, adalah bagian dari ekploitasi terhadap anak. Ekploitasi bukan saja berarti mempekerjakan anak-anak yang masih dalam usia belajar, namung ekploitasi terhadap anak adalah memperlakukan anak tidak sesuai dengan umur dan perkembangannya.
Catatan Dian Anshoriah - Pelangi Jimbaran"
Hingga berita ini ditulis, status tersebut sudah dibagikan lebih dari 13 ribu kali.
Nah, apakah menurut kalian wisuda sudah pantas diberikan pada semua jenjang pendidikan termasuk PAUD? (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)
Yuk subscribe YouTube Channel TribunStyle.com: