Teror Bom

Najwa Shihab Terkejut, Kapolri: Begitu Kami Tangkap Hidup-hidup, Mereka Menangis di Kendaraan

Rangkaian teror yang terjadi di Tanah Air beberapa waktu belakangan ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak.

Najwa Shihab Terkejut, Kapolri: Begitu Kami Tangkap Hidup-hidup, Mereka Menangis di Kendaraan
TribunStyle/Kolase

Adapun cara kedua, tambah Tito, adalah dengan kontak langsung dengan polisi.

"Pada saat konfrontasi (tembak-menembak kontak dengan petugas) terjadi, mereka bisa membunuh dan mendapatkan pahala. Kalau mereka terbunuh, langsung masuk surga," kata Tito.

"Seperti yang di Polda Riau, 5 orang naik Avanza membunuh petugas. Mereka tahu polisinya bersenjata. Mereka lalu mengeluarkan samurai berapa pun yang bisa mereka serang dan bunuh bisa mendapat pahala, namun jika gagal akan tetap masuk surga. Itu yang dipikiran mereka," tambahnya.

Tito menjelaskan, kini pihaknya tengah menghindari konfrontasi atau kontak terbuka untuk menangkap teroris dalam keadaan hidup.

"Jadi yang kita lakukan tekniknya jangan mencari konfrontasi terbuka, namun melakukan penangkapan saat mereka lengah. Kalau seandainya konfrontasi terbuka, itu jaga jarak. Saya berpesan jangan gunakan langkah-langkah penyerbuan karena mereka juga siap mati," ujar Tito.

Dalam acara yang dipandu Najwa Shihab itu, Tito menceritakan pengalaman saat ia menangkap seorang terduga teroris.

Menurut Tito, teroris yang ditangkapnya itu tiba-tiba menangis di dalam kendaraan.

"Saya pernah menangkap kasus bom Kedutaan Besar Australia di Bogor, begitu kami tangkap hidup-hidup mereka menangis di kendaraan," kata Tito.

Saat Tito menanyakan alasan mengapa mereka menangis, para terduga teroris itu justru memberi jawaban di luar dugaan.

"Kenapa kita tidak kontak? Kenapa saya nggak bisa membunuh bapak? Kenapa bapak nggak bunuh saya? Saya kehilangan golden momentum untuk masuk surga," ujar Tito menirukan ucapan terduga teroris yang ditangkapnya.

Tito pun menyarankan terduga teroris itu agar bunuh diri, namun mereka menolak. Menurut mereka, bunuh diri adalah jalan ke neraka, beda dengan terbunuh yang dianggap jalan masuk surga.

"Saya sampaikan, ya sudah kamu bunuh diri saja setelah ini. Terduga menjawab, saya neraka pak, kalau sudah begitu", cerita Tito.

Najwa lantas memastikan kesimpulan dari cerita Tito dan terdengar istighfar.

"Jadi bunuh diri buat mereka adalah neraka, namun jika dalam kontak itu surga? Astaghfirullahalazim", ujar Najwa.

 (Tribun Jabar/Indan Kurnia Efendi)

Artikel ini dipublikasikan Tribun Jabar dengan judul "Najwa Shihab Terkejut, Kapolri: Kenapa Saya Nggak Bisa Bunuh Bapak? Kenapa Bapak Nggak Bunuh Saya"

Yuk subscribe Channel YouTube TribunStyle.com:

Ikuti kami di
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved