Teror Bom

Begini Sejarah Terbentuknya Keluarga Teroris Seperti di Bom Surabaya, Ternyata Bukan Hal Baru

Sederhananya, anggota kelompok teroris pertama-tama akan berusaha mengajak saudara mereka untuk bergabung.

Begini Sejarah Terbentuknya Keluarga Teroris Seperti di Bom Surabaya, Ternyata Bukan Hal Baru
TribunStyle.com/kolase
Keluarga Dita Supriyanto semasa hidup, pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

Sejak 2013 hingga 2016, jamak diketahui para ekstremis dari seluruh dunia termasuk Indonesia berangkat ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS.

Mereka membawa keluarga, saudara, termasuk anak-anak di bawah umur dan remaja.

"Tentu saja anak-anak dan remaja dikatakan menjadi ekstremis ikut-ikutan karena faktor orangtua mereka. Namun dalam konteks teroris sebagai sebuah kelompok, mereka adalah bagian dari keluarga teroris," jelas Suratno.

5 Fakta Mencekamnya Aksi Teror Penyerangan Mapolda Riau, Ada Korban Tewas dan Wartawan Terluka!

Hal ini juga terjadi pada pelaku bom 3 gereja di Surabaya yang merupakan keluarga.

Dita dan Puji mengajak keempat anaknya ke Syiria untuk bergabung dengan ISIS.

Bisa dipahami bahwa selama di Suriah ke-4 anak itu mengalami radikalisasi (dalam level yang mungkin berbeda dengan orang dewasa).

Oleh karena itu, ketika kembali ke Indonesia dan Dita sekeluarga merencanakan pengeboman,Dita bisa dengan mudah melibatkan dan memanfaatkan istri serta keempat anaknya untuk terlibat.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul "Baru Pertama di Indonesia, Begini Sejarah Terbentuknya Keluarga Teroris Seperti di Bom Surabaya"

Yuk Subscribe YouTube dan Like Fanpage TribunStyle.com di bawah ini:

Ikuti kami di
Editor: Amirul Muttaqin
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved