Wanita Bawa Babi Panggang untuk Sesajen Ritual Keagamaan, Sekilas Biasa, usai Dicermati Mertua Murka
Wanita bawa babi panggang untuk ritual keagamaan. Sekilas biasa, tapi usai dicermati mertuanya langsung murka. Ternyata ...
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
TRIBUNSTYLE.COM - Wanita diminta bawa babi panggang untuk sembahyang, akhirnya mengerikan.
Setiap kepercayaan punya cara masing-masing untuk mendoakan leluhur atau orang yang sudah meninggal.
Dalam kepercayaan tertentu, biasanya orang yang bersembahyang dengan membawa sesajen.
Sesajennya pun beragam, mulai dari bunga, minuman, makanan hingga uang tiruan.
Hal tersebut juga dilakukan oleh sebuah keluarga asal Tiongkok ini.
Keluarga tersebut berniat menjalani perayaan Qing Ming.
Qing Ming adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur.
Saat melakukan ritual, mereka akan membawa berbagai sesajen, satu di antaranya adalah babi panggang.
• Viral Cewek Bagi Nasihat Ibu Cari Pria yang Membayangkan Kelulusanmu, Bukan Saat Kamu Sedang Mandi

Wanita bernama Lee dalam keluarga tersebut akhirnya membawa babi panggang sebagai sesajen, melansir Kuaibao via Worldofbuzz.
Sehari sebelum perayaan Qing Ming, Lee tiba di makam membawa sesajen tersebut.
Sekilas, babi panggang yang dibawa Lee tampak menggiurkan.
Kulit babi panggang tersebut tampak emas kecokelatan dan memperlihatkan tekstur kulit yang renyah.
Tapi, saat dicermati lebih teliti, babi panggang tersebut justru membuat mertua Lee murka.
Ternyata yang dibawa wanita tersebut bukan babi panggang asli melainkan roti berbentuk roti.
Lee berniat menghemat sedikit uang dalam perayaan Qing Ming.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa harga babi panggang cukup mahal, apalagi saat ada perayaan besar.
Akhirnya, ia memutuskan mengganti babi panggang dengan roti bentuk babi.
• Pesan Babi Panggang di Hari Natal, Keluarga Ini Kaget Saat Buka Bungkusnya, Lebih Mengerikan!
Lee memesan roti tersebut di sebuah toko roti di Guangzhou.
Jelas, harga roti tersebut jauh lebih murah daripada babi panggang yang seharusnya.
Sang mertua marah dan menganggak tindakan Lee ini sebagai bentuk penghinaan untuk para leluhur dan keluarga.
Bahkan sang mertua menyebut Lee sebagai menantu yang tidak berbakti.
Lee kecewa karena niatnya berhemat uang justru jadi petaka.
Pada tahu sebelumnya, dia menghabiskan ratusan Yuan untuk membeli babi panggang dari restoran.
Makanan tersebut berharga cukup mahal dan membuat Lee terbebani.
Tak sampai di situ saja, babi panggang tersebut biasanya akan dibuang karena keluarganya tidak bisa menghabiskan karena ukurannya yang besar.
"Itu adalah pemikiran yang diperhitungkan ketika memberikan sesaji pada leluhur kami.
Bukan masalah itu babi panggang atau roti berbentuk babi, mereka mewakili pemikiran kami," ucap Lee.
Diketahui bawa roti yang dibeli Lee seharga 39,90 yuan (Rp90 ribu).
Jika dibeli menggunakan voucher, maka mendapat potongan jadi 20 yuan.
Harga tersebut hanya sepersepuluh harga babi panggang.
Ternyata tak hanya Lee, beberapa orang juga mulai beralih ke roti bentuk babi atau babi 'vegetarian' sebagai sesajen.
Banyak juga generasi muda yang menghilangkan makanan tradisional sebagai sesajen untuk menghidari pemborosan. (TribunStyle.com, Anggra)
• Viral Pemuda Sepelekan Sakit Kepala & Demam, 2 Minggu Kemudian Meninggal, Kisahnya Jadi Peringatan