Breaking News:

Ratusan 'Nisan' Bermunculan di Jogja Sebagai Bentuk Protes Kebijakan Registrasi Simcard

Kuburan itu melambangkan matinya outlet tradisional atau konter pulsa di Jogja.

Tribun Jogja/ Rizki Halim
Batu nisan buatan yang menjadi bagian dari rangkaian aksi teatrikal di Lapangan Karang Kotagede, Rabu (28/3/2018) 

TRIBUNSTYLE.COM - Beberapa waktu yang lalu, tepatnya 31 Oktober 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mewajibkan registrasi kartu prabayar menggunakan NIK yang ada di KTP dan nomor KK.

Ternyata hal itu menjadi pertentangan sebagian orang.

Hal itu terutama bagi penjual kartu sim card.

Itu bisa dilihat dari Lapangan Karang, Kota Gede, Yogyakarta yang mendadak dipenuhi nisan-nisan yang berjajar dan bernamakan sebuah konter.

Duh! Facebook Simpan Riwayat Panggilan & SMS Pengguna Andorid, Cek Datamu yang Sudah Diambil di Sini

Dilansir TribunStyle.com dari Kompas.com, nisan itu berjumlah 500 buah.

Kuburan ini dibuat dengan bahan styrofoam sebagai simbol yang ditampilkan oleh Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) DPD DIY.

Kuburan itu melambangkan matinya outlet tradisional atau konter pulsa menyusul belum diberikannya wewenang meregistrasikan lebih dari tiga kartu prabayar.

"Kami membuat makam, ada 500 nisan dengan nama-nama outlet seluler. Ini simbolisasi matinya usaha outlet kartu dan pulsa," ungkap Humas Kesatuan Niaga Celluler Indonesia (KNCI) DPD DIY-Jawa Tengah, Ardhan Aryana, Rabu (28/3/2018).

Dalam keterangannya Ardhan, KNCI menggelar aksi demo karena kesepakatan saat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI dan Dirjen Kominfo pada 7 November 2017 tidak kunjung direalisasikan.

Pada pertemuan itu disepakati tentang diberikannya wewenang outlet tradisional atau konter pulsa meregistrasi lebih dari tiga kartu prabayar dengan NIK konsumen.

"Hasil kesepakatan saat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, ada Dirjen Kominfo, ada ATSI, seakan tidak dijalankan. Sampai saat ini terjadi pemblokiran nomor-nomor konsumen. Ketika akan meregistrasi yang diblokir itu juga tidak bisa karena dianggap melebihi batas aktivasi kartu," ujarnya.

KNCI, lanjut Ardhan, setuju dan turut menyukseskan program Kominfo terkait registrasi kartu prabayar dengan data NIK dan KK.

Dalam peraturannya, memang satu NIK dibatasi untuk registrasi tiga kartu.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved