Buah Hatinya yang Masih SD Dihukum Jilati 12 WC oleh Gurunya, Begini Curhatan Pilu Sang Ibunda!
Kepada wartawan, Siti mengaku bahwa pihak sekolah sudah mendatangi rumahnya untuk meminta maaf.
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Diah Ana Pratiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Siti Hajar (25), warga Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara mengaku kecewa berat atas tindakan oknum guru wanita yang menyuruh anaknya menjilat WC di toilet sekolah.
Diketahui oknum guru tersebut berinisial RB.
Sementara sang anak yang masih belia berinisial MBP (9).
Peristiwa itu sendiri terjadi di sebuahb Sekolah Dasar (SD) daerah Desa Cempedak Lobang.
• 3 Jam Main Game Pakai HP Sang Ayah,Bocah Ini Habiskan Uang Rp 6 Juta, Langsung Dihukum Jadi Pengemis
Siti mengatakan, anaknya dihukum secara tidak pantas oleh RB karena tidak membawa tanah kompos untuk tugas sekolah.
Tribunstyle melansir dari Tribun Medan, "Perasaan saya sakit sekali dengar anak saya diberi hukuman seperti itu (jilat WC),"ujar Siti Hajar saat ditemui wartawan di rumahnya Rabu, (14/3/2018).
"Saya berpikir itu apa gak ada hukuman lain yang lebih pantas, kalau disuruh bersihkan WC atau dijemur gak masalah bagi saya. Kalau disuruh menjilat WC inikan gak pantas kali,"imbuhnya.
Pasca kejadian tersebut, anaknya sering diejek oleh teman-temannya.
Siti mengaku, pertama kali mengetahui kejadian ini dari istri teman suaminya.
Dia pun tak memungkiri jika sang suami begitu geramnya dengan guru tersebut.
" Suamiku datang tempat kawannya, itulah istri kawannya itu bilang kalau anakku itu dihukum jilat WC. Kami pun tanyain sama dia (MBP) dibilangnya iya," ungkapnya.
Siti mengisahkan bahwa anaknya disuruh menjilat WC sebanyak 12 kali.
Namun, saat menjilat ke empat kalinya, MBP muntah.
"Itulah suamiku langsung melabrak ke sekolah karena kami sebagai orangtua ya jelas tidak terima perlakuan seperti itu sama anak kami,"kata Siti
Kepada wartawan, Siti mengaku bahwa pihak sekolah sudah mendatangi rumahnya untuk meminta maaf.
Kala itu, permintaan maaf langsung disampaikan oleh kepala sekolah.
Hingga saat ini, Siti mengaku belum bisa menerima permintaan maaf itu secara penuh.
" Masih kelas IV SD anakku ini. Udah minta damai memang Kepala Sekolahnya. Kemarin kebetulan ada acara di rumah jadi sibuk dan masih repot. Yang jelas hati kami sebagai orang tua ini sakit kalilah. Mana ada yang rela anaknya digituin," pungkasnya.
(Tribunstyle/ Irsan Yamananda)
Yuk subscribe YouTube Channel TribunStyle.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/guru-suruh-siswanya-jilati-wc_20180315_203738.jpg)