Cinta Sejati, 8 Dekade Menikah, Pasangan Ini Meninggal di Hari yang Sama dan Saling Berdampingan
Maire dan Gerry Ryan, sama-sama berusia 93 tahun saat keduanya meninggal di hari yang sama dan dalam kondisi berdampingan di sebuah rumah sakit.
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Bukti adanya cinta sejati kembali ditorehkan oleh pasangan suami istri asal Irlandia ini.
Maire dan Gerry Ryan, sama-sama berusia 93 tahun saat keduanya meninggal di hari yang sama dan dalam kondisi berdampingan di sebuah rumah sakit.
Maire dan Gerry terlahir hanya selisih satu hari di Tipperary dan merupakan kekasih sejak masa kecil.
Keduanya kembali bertemu pada usia 17 tahun dan mulai saling menyukai.
Dilansir TribunStyle.com dari Mirror, Kamis (22/2/2018), Maire dan Gerry menikah setelah sembilan tahun bertemu.
Karir Gerry sebagai tentara membawanya ke Newbridge, Co Kildare.
Gerry bertugas sebagai komandan tentara pensiunan, yang kemudian bergabung dengan Otorita Pelatihan dan Ketenagakerjaan Irlandia.
Dengan bantuan sang istrinya, Gerry berhasil meraih gelar doktornya.
Sementara itu, Maire adalah seorang guru dan kepala sekolah yang populer.
Namun, setelah pensiun, ia didiagnosis menderita Alzheimer yang parah dan membuat Gerry menjadi perawat penuh waktu bagi sang istri.
Bertekad untuk melakukan segalanya demi istrinya, Gerry merawatnya di rumah mereka selama beberapa tahun.
Nmaun, Gerry menderita radang sendi parah yang membuatnya tidak mampu untuk berjalan.
Pasangan tersebut akhirnya pergi ke Curragh Lawn Nursing Home untuk perawatan jangka panjang.
Mereka dirawat di sebuah panti jompo bersama setelah keduanya sakit.
Tempat tidur mereka dibuat sedemikian rupa sehingga mereka bisa saling berpegangan tangan.
Keduanya meninggal dunia pada Senin (19/2/2018) dengan dikeliligi staf dan perawat.
Banyak orang yang terpukau dengan kisah cinta delapan dasawarsa keduanya.
Cinta dan dedikasi mereka menuai pujian dari staf panti jompo.
Mereka mengatakan, belum pernah melihat kisah cinta semacam itu.
Seorang staf, Sarrita, mengisahkan bagaimana Gerry semlalu memuja istrinya dan mengabiskan seluruh hari untuknya.
"Gerry sering memegang tangannya setiap saat dan mengingatkannya tentang kehidupan mereka di masa lalu.
Dia selalu melakukannya setiap hari.
Seperti duduk dan menceritakan puisisnya.
Dia sangat menyukai puisi Irlaindia, dan biasa menyanyi untuknya di malam hari.
Saya belum pernah melihat yang semacam ini," kisah Sarrita.
Sarrita mengatakan, Gerry adalah sosok yang sangat berdedikasi pada istrinya.
"Selama 13 tahun karir saya di panti jompo, baru kali ini saya menyaksikan yang seperti ini," tambahnya.
Namun, pasangan itu terpisah saat Gerry harus dibawa ke rumah sakit dan Maire berjuang tanpanya.
Saat Gerry pergi, Maire mencarinya setiap saat.
Nenek itu juga tak mau makan hingga kondisinya cepat menurun.
Setelah menyadari tak ada yang bisa dilakukan, rumah sakit mengizinkan Gerry untuk pulang ke panti jompo dan mendapatkan perawatan di sana.
Dia meminta staf untuk memindahkannya agar dia bisa memegangi tangan istrinya.
"Malam sebelum dia meninggal, dia ingin memegang tangan istrinya.
Akhirnya, staf mendekatkan kedua tempat tidur itu bersama-sama.
Mereka saling berpegangan tangan.
Dia mengatakan pada kami bahwa dia akan segera meninggal karena sakit parah.
Benar saja, kondisinya setelah itu menurun drastis," kenang Saritta.
Maire meninggal terlebih dahulu pada pukul 3.45 pagi, sementara Gerry meninggal pada pukul 5.20 sore di hari yang sama.
Staf mengaku sangat terpukul karena kehilangan pasangan yang sangat mereka cintai.
"Mereka pasti bahagia karena tidak akan melewati hari tanpa yang lain satu sama lain.
Kami tahu, mereka tidak ingin hidup tanpa satu sama lain, jadi ini berakhir indah bagi mereka.
Lagi-lagi, aku belum pernah melihat cinta yang semacam ini," pungkas Saritta. (TribunStyle.com/ Salma Fenty Irlanda).
Subscribe Channel YouTube dan like Fanpage TribunStyle.com di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/maire-dan-gerry-ryan_20180222_143417.jpg)