Breaking News:

Anak Zaman Now Kecanduan Gawai, Ternyata Segini Waktu Paling Lama Screen Time Mereka

Namun saking kecanduannya anak-anak dengan gadget, Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) membuka layanan pengaduan anak yang kecanduan gadget.

Tayang:
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Anak main gawai 

TRIBUNSTYLE.COM - Gedget sudah tak bisa lagi dilepaskan dari kid zaman now.

Perkembangan teknologi membuat berbagai fasilitas bisa diakses dari alat ini.

Mulai dari permainan, hingga video-video eduaksi yang bisa mengemabangkan otak mereka.

Namun saking kecanduannya anak-anak dengan gadget, Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) membuka layanan pengaduan anak yang kecanduan gadget ( gawai).

Kondisi ini dipicu oleh dua anak di bawah umur di Bondowoso, Jawa Timur yang mengalami kecanduan gawai.

Mereka bisa marah besar sampai membanting-banting benda atau menyakiti diri sendiri jika diminta melepaskan smartphone dari tangannya.

Nah, untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak-anak kita ada baiknya kalau kita membatasi screen time.

Screen time yaitu waktu yang dihabiskan untuk menggunakan gadget seperti televisi, komputer, tablet, ponsel dan game console.

Melansir doktersehat.com, tahun 2016, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan panduan terkait penggunaan gadget pada anak.

Dalam panduan tersebut AAP menekankan pada durasi screen time yang aman bagi anak dan peran orang tua saat anak-anak menggunakan gadget.

Untuk anak di bawah 18 bulan disarankan untuk tidak menggunakan gadget apa pun, kecuali untuk video chatting bersama orang tua atau keluarga.

Sedangkan bagi untuk anak berusia 18 hingga 24 bulan disarankan nonton acara edukatif dan berkualitas dengan pendampingan orang tua.

Bagi anak-anak berusia 2-5 tahun sebaiknya tidak menonton televisi atau tablet dan perangkat media digital lainnya selama lebih dari satu jam sehari.

Pada usia ini orang tua masih harus mendampingi anak-anak saat menggunakan gadget.

Selain itu., kebiasaan ini bisa jadi momen antara orang tua dan anak untuk mendiskusikan apa yang sedang ditonton.

Namun sayang, banyak orang tua memberikan gadget agar anaknya tetap sibuk di saat mereka tidak bisa memberikan perhatian penuh untuk anak-anak.

Pada beberapa kesempatan hal ini memang bisa membantu.

Namun jika menjadi kebiasaan, hal ini bisa berdampak negatif pada perilaku anak.

Jika setiap anak menangis atau rewel lalu orang tua memberinya gadget untuk menenangkannya, anak-anak akan merasa bahwa gadget ini semacam reward sehingga di lain waktu ia akan berusaha mendapatkannya kembali.

Selain itu gadget juga membuat anak-anak sulit mengutarakan perasaannya pada orang tua sehingga dapat mengganggu komunikasi antara anak dan orang tua.

AAP juga mengingatkan agar waktu memakai gadget tidak merampas waktu tidur, dan aktivitas lainnya.

Well, ada baiknya untuk mengatur penggunaan gadget agar kita tak kehilangan makna dan interaksi bersama ya.

(TribunStyle.com / Triroessita Intan Pertiwi)

Subscribe Channel YouTube dan Fanpage TribunStyle.com di bawah ini.

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
American Academy of PediatricsKomisi Perlindungan Anak Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved