Cerita Viral
Sepele tapi Sering Terjadi, Pria Ini Menyantap Makanan Terbuka di Meja, 5 Hari Kemudian Ia Tewas
Pengguna Facebook Honney Pablo, sepupunya meninggal karena leptospirosis setelah memakan makanan yang tersisa di tempat terbuka untuk beberapa lama.
Penulis: Yohanes Endra Kristianto
Editor: Yohanes Endra Kristianto
Pablo mengatakan bahwa sepupunya demam sangat tinggi dan meninggal lima hari kemudian pada tanggal 26 Januari 2018.
Setelah diperiksa, sepupu Pablo yang bernama Jonel Bandalan Ausa itu memang meninggal akibat Leptospirosis.
Unggahan Pablo ini langsung viral sejak diunggah pada 30 Januari 2018.
Ada 9,1 ribu reaksi dan 11ribu komentar, serta unggahan ini sudah 27 ribu kali dibagikan oleh pengguna Facebook.
Penyakit yang diderita remaja berusia 20 tahun ini adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Leptospira.
Leptospirosis memiliki gejala yang umumnya menyerupai flu, yaitu demam, nyeri otot, dan pusing.
Di sisi lain, Leptospirosis juga tidak memiliki gejala-gejala yang signifikan sehingga sulit untuk terdiagnosis.
Gejala leptospirosis umumnya berkembang dalam waktu 1-2 minggu atau hingga satu bulan setelah penderitanya terpapar bakteri ini dan cenderung membaik minimal dalam lima hari hingga maksimal satu minggu setelah gejala muncul.
Leptospirosis juga dapat menyerang manusia melalui kontak langsung dengan air (air banjir, kolam, sungai, danau, atau air selokan) atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira.
Parahnya lagi, Leptospirosis rentan menyerang orang-orang yang biasa berurusan dengan hewan.
Jarang sekali penyakit ini ditularkan oleh manusia.
Leptospirosis umumnya banyak ditemui di area tropis dan subtropis, di mana udaranya panas dan lembap yang membuat bakteri ini dapat bertahan hidup lebih lama, seperti Tiongkok, India, dan Asia Tenggara.
Para pekerja yang sering berurusan dengan hewan juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi leptospirosis, misalnya seorang peternak, nelayan, pekerja di saluran pembuangan limbah, dan dokter hewan.
Bakteri leptospira dapat masuk melalui mata, hidung, mulut, atau luka terbuka pada kulit, terutama jika orang sering menghabiskan waktu berada di area, baik air maupun tanah, yang terkontaminasi bakteri ini.
Waspadai juga infeksi bakteri leptospira ketika kalian melakukan kegiatan di luar ruangan seperti berkemah dan memancing atau berkunjung ke daerah yang sedang menghadapi epidemi leptospirosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/unggahan-honney-pablo_20180202_100420.jpg)