Gempa Landa Jakarta, Segera Lakukan Langkah ini Saat Gempa Bumi Terjadi, Agar Dirimu Aman
Dilansir Tribunstyle.com dari laman Twitter @InfoBMKG, pusat guncangan berada di 81 Km barat daya Lebak, Banten
Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Gempa dengan kekuatan cukup besar mengguncang kota Jakarta dan sekitarnya, untuk kamu selalu waspada, lakukan langkah ini agar kamu aman saat terjadi gempa.
Jakarta diguncang gempa pada pukul 13.35 WIB, Selasa (23/1/2018).
Guncangan terasa lebih dari 2 menit di gedung-gedung di Jakarta.
Hingga pukul 13.37 WIB, guncangan masih terasa di beberapa daerah.
Menurut kabar guncangan ini sangat terasa di gedung-gedung bertingkat.
Dilansir Tribunstyle.com dari laman Twitter @InfoBMKG, pusat guncangan berada di 81 Km barat daya Lebak, Banten
Gempa tersebut berkekuatan 6.4 SR dan tidak berpotensi tsunami.
Seperti yang kalian ketahui, Indonesia adalah negara yang secara geologis memiliki posisi yang unik karena berada pada pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian Utara dan Lempeng Pasifik di bagian Timur laut.
Hal itu membuat Indonesia rawan dengan pergerakan bumi yang mengakibatkan gempa.
Nah, untuk itu kamu perlu tahu langkah apa saja yang perlu kamu ambil saat terjadi gempa.
Dilansir Tribunstyle.com dari Brightside.me, begini cara gabungan yang rekomendasikan Palang Merah dan the United Nations experts, untuk mengetahui bagaimana agar tetap aman saat terjadi gempa.
Hal yang TIDAK BOLEH kamu lakukan:
- Sembunyikan di ambang pintu.
Ini adalah mitos yang berbahaya: sebuah kusen pintu bisa jatuh tepat di kepalamu.
- Jalan ke luar rumah jika kamu berada di lantai pertama. Elevator dan tangga sangat berbahaya selama gempa bumi. Jadi jangan gunakan benda itu apalagi menggunakan lift.
Selain hal itu, hal yang patut kamu perhatikan dan lakukan adalah.
- Segera setelah kamu merasakan getaran, bergerak mendekati dinding luar.
Jika sebuah bangunan jatuh atau rubuh, kamu akan ditemukan lebih cepat.
- Pastikan tidak ada sesuatu di sekitarmu yang mungkin jatuh: peralatan penerangan, gantungan lemari.
- Berbaringlah di lantai, sebaiknya dekat dengan sofa atau tempat tidur (bukan di bawah tempat tidurnya!).
Jika plafon jatuh, tempat tidurmu yang akan tertimpa dan di sampingnya akan ada ruang yang bebas, yang cukup stabil untuk tidak jatuh menimpamu. Varian lain yang bagus adalah berbaring di dekat dinding.
Melengkung seperti udang, tutupi kepala dengan lengan untuk melindungi bagian kepalamu.
Teori ini cukup kontroversial. Di satu sisi, bahaya yang paling umum terjadi saat gempa adalah benda jatuh.
Jika kita tahu sebelumnya bahwa gempa tidak akan cukup kuat untuk menjatuhkan rumah, kita dapat dengan aman bersembunyi di bawah meja.
Tapi di gempa bumi yang lebih parah lagi, ketika dinding dan langit-langit jatuh, meja hanya akan menghancurkan seseorang.
Kamu memiliki sekitar 10-20 detik dari getaran pertama ke kemungkinan keruntuhan.
Ini akan menjadi sempurna jika kamu menggunakannya untuk meninggalkan gedung.
Tapi JANGAN lakukan itu jika:
- Kamu berada di atas lantai pertama, seperti yang telah dikatakan sebelumnya.
- Ada kerumunan orang di pintu keluar.
- Kamu meragukan hal itu akan memakan waktu kurang dari 10 detik.
Dalam kasus ini, bahaya terluka berusaha keluar lebih tinggi daripada jika kamu tinggal di dalam.
Kamu pasti membutuhkan waktu untuk menilai suatu situasi.
Dalam keadaan darurat, membuat keputusan menjadi semakin sulit.
Dengan cara ini reruntuhan bangunan dan kabel tidak akan jatuh pada kamu.
Jika kamu berada di jembatan atau tangga, tinggalkan segera.
Nah semoga tips ini bermanfaat ya. Stay safe everyone! (TribunStyle.com/Tisa Ajeng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/gempa_20180123_140856.jpg)