Pacaran 6 Tahun, Pria Ini Diputus usai Diselingkuhi Kekasihnya, Bingung Curhat ke Siapa, Akhirnya
Pacaran 6 tahun, pria ini diputus usai diselingkuhi kekasihnya. Sedih dan bingung curhat ke siapa. Tapi, akhirnya sungguh tak terduga!
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
TRIBUNSTYLE.COM - Putus cinta bisa jadi sangat menyakitkan bagi beberapa orang.
Kejadian inilah yang dialami seorang pria bernama Patrick Cakirli.
Pria asal Denmark ini hidup sendiri sejak kecil.
Ia tinggal di panti asuhan saat masih kecil tanpa ada keluarga.
Ia tumbuh besar dalam dengan rasa percaya diri yang kurang dan kecemasan.
Tapi, puncak kesedihannya terjadi saat ia putus cinta.
Kisah ini ia bagikan melalui situs Imgur.
Pada bulan September 2016, kisah cinta Cakirli dengan kekasihnya berakhir.
Ia mengetahui bahwa pacarnya telah berselingkuh di belakangnya.
Padahal keduanya sudah berpacaran selama 6 tahun.
Setelah kejadian itu, Cakirli merasa sangat terpuruk dan sedih.
Hal yang lebih parah, Cakirli tak punya teman untuk berbagi kisahnya.
Tanpa punya orang dekat, kesedihan Cakirli sempat memburuk hingga dia berniat bunuh diri.
Ia pun akhirnya melalukan konsultasi di rumah sakit kejiwaan.
Konsultasi yang ia jalani bisa membantunya menghilangkan niat bunuh diri.
Tapi, tak bisa dipungkiri, ia masih merasa sedih dan terasingkan.
Akhirnya, pada bulan Desember, Cakirli menulis kesedihannya di sebuah aplikasi bernama Jodel.
Ia juga mengaku butuh pertolongan.
Dilansir Boredpanda, inilah arti unggahan Cakirli yang ditulis dalam Bahasa Denmark.
"Aku sangat ingin bertemu teman baru.
Aku kesepian dan mengalami masa tersulit dalam hiduplku.
Aku akan duduk tangga di depan balai kota dari jam 2 sampai 8 malam.
Aku memakai celana hitam dan tas North Face."
Cakirli sebenarnya tak berharap banyak dari unggahannya ini.
Tapi, hal yang terjadi selanjutnya sungguh tak terduga.
Cakirli awalnya menunggu di tangga balai kota pukul 2 siang sendirian.
Tapi, tak disangka 13 orang asing yang melihat unggahannya muncul di sana juga.
Orang-orang ini datang untuk memberi dukungan Cakirli.
14 Orang ini bahkan kemudian duduk bersama di sebuah restoran.
Cakirli yang duduk di pojokan tampak tersenyum saat berfoto bersama teman-teman barunya.
Cakirli tak menyangka hal ini bisa terjadi.
"Aku sangat dibanjiri kebahagiaan, hingga aku harus menahan air mata," tulisnya.
Keterkejutan Cakirli tak sampai di situ saja.
Pria lebih kaget saat tahu bahwa orang-orang ini ternyata juga sedang mencari teman.
"Banyak yang mengaku bahwa sepanjang malam mereka merasa sakit karena kesepian,
Tapi terlalu takut untuk mengatakan karena stigma."
Usai menjalin ikatan dengan para orang asing ini, Cakirli menyadari sesuatu.
Ia telah memberikan kesempatan untuk orang kesepian untuk mendapat teman.
Dia membayangkan berapa banyak orang yang sedang mencari kesempatan serupa.
Ia sadar bahwa ia bisa membantu lebih.
Cakirli pun membuat sebuah media untuk orang kesepian yang ingin mencari teman.
Ia bahkan juga melakukan kampanye yang ditujukan untung orang yang kesepian.
Sebanyak 70 orang juga mengikuti kegiatan kampanye ini.
Lewat aksi spontannya, Cakirli tak hanya menyelamatkan hidupnya, tapi juga membantu orang banyak.
Salut! (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/patrick-cakirli_20171123_163945.jpg)