Dapat Tekanan dan Cacian Internasional Terkait Rohingya, Aung San Suu Kyi Balik Menuding!

Sekian lama tutup mulut, akhirnya Aung San Suu Kyi akhirnya tanggapi tekanan bertubi dunia internasional terkait tragedi Rohingya.

Instagram
Aung San Suu Kyi dan tuntutan untuk kembalikan Hadiah Nobel Perdamaian yang pernah dia dapat karena dinilai membiarkan tragedi Rohingya di Myanmar terus berlarut-larut. 

TRIBUNSTYLE.COM -   Sekian lama tutup mulut, akhirnya Aung San Suu Kyi akhirnya tanggapi tekanan bertubi dunia internasional terkait tragedi Rohingya. Ia malah balik menuding, tuduhan ke Myanmar berawal dari informasi palsu! 

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menilai, sentimen anti-Myanmar yang berkembang di berbagai negara merupakan buah dari kampanye kabar bohong ( hoax) yang dibuat "untuk mempromosikan kepentingan teroris”.

"Gelombang simpati masyarakat internasional terhadap etnis Rohingnya dibidani oleh "gunung es raksasa berupa informasi palsu," kata Suu Kyi seperti dilaporkan Deutsche Welle, Rabu (6/9/2017).

Menurutnya, kampanye kabar bohong tersebut "sengaja dibuat untuk mempromosikan kepentingan teroris."

Tweet Fadli Zon tentang Rohingya Berakhir Blunder, Netter Ingatkan untuk Jangan Memprovokasi

Pernyataan tersebut dipublikasikan menyusul desakan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menyebut perlakuan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya sebagai "genosida."

Namun Suu Kyi mengatakan, militer justru "melindungi semua penduduk" di negara bagian Rakhine.

Tekanan internasional terhadap Suu Kyi belakangan kian menggunung menyusul gelombang pengungsi Rohingya yang mencapai lebih dari 140.000 orang sejak 25 Agustus lalu.

Sejumlah pengungsi mengklaim, tentara pemerintah membunuh warga sipil, memerkosa perempuan, dan membakar desa-desa untuk menghalau militan Arakan Rohingya Salvation Army.

Suu Kyi mengecam penyebaran kabar hoax seputar korban Rohingya seperti ulah Wakil Perdana Menteri Turki, Mehmet Simsek, yang memuat foto jenazah korban bencana dan perang di tempat lain, tapi mengklaimnya sebagai korban Rohingya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved