Ngeri! Gadis 8 Tahun Jadi Buta usai Bermain dengan Temannya, Ternyata Ini yang Terjadi!
Hari itu, Olivia pergi keluar rumah untuk bersama temannya.Usai bermain, mata kiri Olivia dipenuhi darah. Cairan merah itu terus mengalir. Ternyata
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
TRIBUNSTYLE.COM - Biasanya, anak-anak mengahabiskan masa kecil mereka dengan belajar dan bermain.
Mereka sering kali bermain dengan teman-teman sebayanya.
Beberapa orang tua mengizinkan anaknya untuk bermain di luar rumah.
Tapi, ada pula yang memberi kebebasan pada buah hatinya.
Kebiasaan ini juga dilakukan oleh seorang anak perempuan bernama Olivia Bell.
Gadis 8 tahun ini berasal dari Llanrumney, Cardiff, Wales, melansir Wales Online.
Ia kerap kali bermain berasama teman-teman di lingkungan rumahnya.
Pada hari itu, Olivia pergi keluar rumah untuk bersama temannya.
Sang ibu, Samantha, mengira semuanya baik-baik saja.
Tapi, tak disangka, hari itu jadi hari mengerikan untuk keluarganya.
Usai bermain, mata kiri Olivia dipenuhi darah.
Cairan merah itu terus mengalir dari matanya.
Bocah itu pun segera dilarikan ke unit kecelakaan dan gawat darurat University Hospital of Wales di Cardiff.
"Aku baru saja mendapat telepon dari ibuku yang mengatakan bahwa ia ada di UGD dan dokter memintaku untuk segera kesana," jelasnya.
Saat tiba di rumah sakit, Samantha diberi tahu bahwa kondisi mata anaknya sangat parah.
Dokter juga mengatakan bahwa mata kirinya mungkin tak bisa diperbaikki.
"Itu menyerang tepat di pupil dan merusak bagian belakang matanya."
Ternyata, sebuah insiden tak terduga terjadi saat Olivia bermain di luar dengan temannya.
Temannya melempar batu ke Olivia, tapi batu itu malah mengenai matanya.
Sehari setelah insiden ini, Olivia menjalani operasi.
Samantha diminta untuk menandatangai form jika saja dokter harus mengangkat bola mata putrinya.
"Mereka berhasil menyelamatkan matanya, tapi mata kirinya 100% buta.
Dia menghabisakan waktu 3 jam menjalani operasi dan ada 8 atau 9 dokter yang menanganinya."
Samantha merasa lega karena para tim medis berhasil menjahit mata belakang anaknya.
Namun, meski sudah berusaha maksimal, Olivia hanya akan mampu melihat sedikit cahaya dan bayangan dari mata kirinya.
Olivia sempat menangis saat memikirkan bahwa bola matanya akan diambil.
Samantha sebenarnya ingin membawa kejadian ini ke ranah hukum.
Tapi, polisi tidak bisa berbuat apa-apa karena yang terlibat adalah anak di bawah 10 tahun.
"Dia mengatakan padaku untuk tidak cemas karena dia masih punya mata lainnya."
Samantha berharap dengan membagikan kisahnya ini, orang tua jadi lebih paham.
Ia ingin menjelaskan bahwa hal sepele seperti melempar batu bisa berakibat fatal.
Samantha mengatakan bahwa Olivia harus izin dari sekolah selama 3 bulan untuk menunggu jahitannya kering.
"Dia harus rutin minum obat dan mengalami sakit kepala," tambah Samantha.
Semoga kejadian ini benar-benar bisa jadi pelajaran ya, terutama untuk para orang tua.
Mereka sebaiknya berperan lebih aktif dalam mengawasi anaknya saat bermain dan memberi pengarahan.
Hal ini demi momen bermain yang seharusnya menyenangkan agar tak berbuah petaka. (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/olivia-bell-dan-ibunya_20170904_132412.jpg)