Orang Asing Ketuk Pintu Rumah, Gadis Ini Langsung Kirim Pesan ke Ibunya, tapi Semuanya Terlambat!
Pukul 5.30 sore, Yhoana mengirim pesan tak terduga pada sang ibu. Ia mengatakan bahwa seseorang mengetuk pintu rumah mereka. Ibunya kaget saat pulang!
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Anggraini Wulan Prasasti
TRIBUNSTYLE.COM - Berada di rumah sendirian tentu menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak.
Sebaliknya, hal ini bisa jadi hal yang menyenangkan bagi remaja atau orang dewasa.
Beberapa justru suka di rumah sendiri karena mereka bisa bebas melakukan apa yang mereka suka.
Tapi, lain cerita dengan apa yang dialami remaja 12 tahun ini.
Yhoana Arteaga adalah seorang anak perempuan dari Nashville, Amerika Serikat.
Pada Kamis, (10/8/2016) pukul 12.30 siang, Yhoana bersama ibunya makan siang bersama di rumah mereka, melansir WKRN.
Usai makan, ibu Yhoana pergi keluar.
Sedangkan Yhoana tetap berada di rumah.
Selema minggu tersebut, Yhoana memang tak masuk sekolah.
Murid kelas 7 di Liberty Collegiate Academy sedang menjalani masa pemulihan.
Yhoana mengalami cedera di kaki usai bermain sepatu roda.
Saat itu, Yhoana berada di rumahnya sendirian.
Pada pukul 5.30 sore, Yhoana mengirim pesan tak terduga pada sang ibu.
Ia mengatakan bahwa seseorang mengetuk pintu rumah mereka.
Saat ibunya pulang ke rumah dengan kedua adiknya, wanita tersebut menemukan jasad sang putri.
Yhoana ditemukan dalam keadaan terluka parah.
"Ini kejadian mengerikan dan brutal," ungkap petugas Metro Nashville Police Department, Sgt. David Kautzman.
"Aku tidak pernah melihat hal sebrutal ini sepanjang pengalamanku."
Pihak kepolisian tak mengatakan secara spesifik tentang kematian Yhoana.
Namun, mereka mengatakan bahwa Yhoana mengalami trauma di tubuhnya dan pakaiannya terlihat kacau.
"Olah tempat kejadian perkara dan hasil autopsi menunjukkan bahwa di dibunuh dengan brutal," ungkapnya Dan Aaron, juru bicara kepolisian.
Mereka mengatakan bahwa luka di tubuh Yhoana bukan karena senjata api atau penusukkan.
Tak ditemukan pula tanda-tanda tindakan masuk paksa ke rumahnya.
"Kami percaya bahwa korban mengenal pelaku kejahatan ini."
Pihak sekolah Yhoana mengaku sedih atas kejadian ini.
"Hati kami hancur menangisi kepergian Yhoana Arteaga. Perhatian kami ada bersama keluarga Yhoana dalam masa sulit ini. Kami mencintaimu, Yhoana," tulis pihak sekolahnya. (TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/yhoana-arteaga_20170819_173223.jpg)