Breaking News:

Chester Bennington - 6 Fakta Kehidupan Vokalis Linkin Park, Nomor 2 Buat Hati Miris

Vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Tayang:
Penulis: Tisa Ajeng Misudanar Azryatiti
Editor: Desi Kris
Instagram
Gaya khas vokalis Linkin Park Chester Bennington saat di panggung. 

TRIBUNSTYLE.COM - Berita duka kembali menyelimuti dunia musik.

Vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Bennington diketahui tewas akibat gantung diri di kediamannya di Palos Verdes Estates di Los Angeles, Amerika Serikat pada Kamis (20/7/2017).

Sebelum meninggal dunia, Bennington diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan dan kecanduan alkohol.

Chester Bennington Bunuh Diri - Mengetahui Vokalis Linkin Park Tewas, Ini yang Dilakukan Seleb Dunia

Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat.

Tentunya kepergian vokalis dari band ternama ini membuat penggemar dari penjuru dunia berkabung.

Musik dan karyanya selama ini sukses membuat banyak pencinta musik selalu menantikan karya terbaru dari band Linkin Park.

Namun lepas dari musik, ternyata kehidupan Chester tidaklah mudah.

Meski cemerlang sebagai vokalis band Linkin Park, hidupnya telah mengalami banyak masalah sejak ia berusia muda.

Ia kerap mengungkap kehidupannya yang bagaikan "neraka".

Berikut ini lima fakta kehidupan Chester yang berhasil TribunStyle.com lansir dari berbagai sumber.

1. Orang tua bercerai

(instagram.com/chesterbe)

Ditulis Variety, Bennington kerap mengungkapkan bahwa dirinya seakan berangkat dari ‘neraka.’

Sejak usia muda, ia dihadapkan dengan kehidupan yang tidak menyenangkan.

Orang tuanya bukan musisi, ibunya perawat, sementara ayahnya adalah detektif yang banyak menangani kekerasan terhadap anak.

Orang tuanya bercerai, ia pun ikut dengan sang ayah.

2. Alami bully hingga pelecehan seksual

(instagram.com/chesterbe)

Meski ayahnya adalah seorang "pahlawan" bagi anak-anak, rupanya hal tersebut tak berlaku padanya.

Bennginton pernah menjadi korban pelecehan seksual dari teman laki-lakinya yang lebih dewasa.

Hal tersebut terjadi sejak usianya masih tujuh tahun, hingga 13 tahun.

Tak hanya itu, Ia juga menjadi korban bully di sekolah.

“Saya diperlakukan seperti anjing di sekolah, karena kurus dan terlihat berbeda,” ujarnya.

3. Kecanduan

(instagram.com/chesterbe)

Bully dan kehidupannya yang berat membuatnya jatuh dalam obat-obatan.

Hampir segala obat terlarang dicoba, termasuk ganja, amfetamin dan kokain.

Saat berada di puncak karier, Bennginton sempat melupakan persoalannya dengan alkohol dan obat-obatan.

Meski pun ia sempat lepas dari jeratan obat-obatan dan alkohol, rupanya ia kembali terjerumus dalam lubang hitam ini.

4. Sempat gagal di dunia musik

(instagram.com/chesterbe)

Karier musiknya dimulai saat ia pindah bersama ibunya di usia 17 tahun.

Ia mulai bernyanyi dan bergabung dalam band di tahun 1990-an.

Saat itu ia bergabung dalam sebuah band bernama Grey Daze.

Pada 1998, dua tahun setelah ia menikah dengan istri pertamanya Samantha Olit, Bennington nyaris keluar dari musik.

Dari kegagalannya inilah ia mulai menemukan takdirnya untuk menjadi bagian dari band Linkin Park.

(instagram.com/chesterbe)

Jeff Blue, wakil presiden dan A&R Zomba Music, memberikan kesempatan untuk Bennington mengikuti audisi menjadi vokalis band yang akan dinamai Linkin Park.

Tak perlu waktu lama untuk memutuskan Bennington cocok dengan Mike Shinoda, vokalis lain.

Band itu mulai bergerak pada 1999 dan dikontrak Warner Bros.

Sejak saat itu kiprah Bennington sebagai vokalis Linkin Park dimulai,

5. Curhat lewat lirik lagu

( instagram.com/chesterbe)

Kehidupannya ini membuatnya aktif menulis lagu.

Ia menemukan kedamaian saat ia terjun ke dunia seni.

Lewat musik yang ia tulis, Bennington bisa mengungkapkan gelisah dan sisi kelamnya.

6. Heavy

(instagram.com/chesterbe)

Ternyata pada 2015 sampai 2017 ini, Bennington diam-diam mengalami masa-masa sulit.

Lewat lagu Heavy milik Linkin Park di album terbarunya, Bennington menceritakan tentang sisi kelamnya.

Lewat lagu Heavy ini, ia mengungkap betapa ia mengalami masalah berat dan bisa terbebas jika melupakannya begitu saja.

Orang yang meninggal karena bunuh diri bukan ingin mengakhiri hidup, melainkan karena ingin mengakhiri sakitnya.

Well, kita nggak benar-benar tahu kehidupan seseorang sampai kita menjadi orang itu.

Selamat jalan Chester Bennington.

Your soul might be gone but your masterpieces will stay forever. (TribunStyle.com/Tisa Ajeng)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Chester BenningtonLinkin Park
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved