Lebaran 2017

Asal Usul Nastar dan Kaasstengels, Kue Lebaran yang Selalu Eksis Tapi Kamu Gak Tahu Artinya!

Biasanya ibu kita sudah menyiapkan berbagai jenis kue kering untuk hari raya Idul Fitri.

Asal Usul Nastar dan Kaasstengels, Kue Lebaran yang Selalu Eksis Tapi Kamu Gak Tahu Artinya!
orangegraphiclabs.com
Kue Kaasstengels. 

TRIBUNSTYLE.COM - Selamat makan kue lebaran guys! Tapi jangan lupa bagi-bagi bua yang lain juga.

Lebaran memang paling lengkap kalau ada kue kering untuk camilan dan hidangan buat tamu.

Biasanya ibu kita sudah menyiapkan berbagai jenis kue kering untuk hari raya Idul Fitri.

Nah, ada dua kue yang pasti hampir selalu ada di meja tamu rumah kalian.

Kue-kue ini wajib hadir saat lebaran, atau setidaknya kita harus mencicipinya saat hari raya.

Hal yang Baik dan Buruk Dilakukan pada Mantan Saat Momen Lebaran, Awas Baper!

Rasanya kurang lengkap kalau tidak ada dua kue ini saat Hari Kemenangan umat Muslim.

Kue yang dimaksud adalah Nastar dan Kaasstengels.

Namun tahu kah kalian bagaimana asal usul kue Nastar dan Kaasstengels itu.

Mentang-mentang lebaran, jangan ngemil kue Nastar dan Kaasstengels terus-terusan tapi kamu gak tahu sejarahnya.

Nih, mimin kasih tahu asal usul dua kue kering yang selalu jadi favorit saat lebaran itu.

1. Kue Nastar

Kue Nastar
Kue Nastar (inacookies.co.id)

Ternyata istilah kue nastar itu hanya ada di Indonesia saja, tapi bukan berarti kue ini punya Indonesia.

Sebenarnya kue nastar punya nama internasional yaitu, Pineapple tarts (nanas tart).

Di negara luar, seperti Malaysia, Singapure, Taiwan, dan Australia, kue nastar dikenal dengan nama pineapple cake atau pineapple pastry

Intinya menggunakan selai nanas sebagai isiannya.

Lalu mengapa orang Indonesia menyebutnya dengan nastar?

Ada kemungkinan itu adalah singkatan dari arti Pineapple tarts atau nanas tart.

Namun menurut Inacookies.co.id, Nastar berasal dari bahasa Belanda yaitu "ananas" dan "taart".

"Ananas" berarti nanas dan "tart" berarti kue tar.

Jika digabung menjadi "ananastaart" atau tar nanas.

Kue tar nanas di Belanda ini lebih mirip seperti kue pai.

Nastar di Indonesia telah diadaptasi dengan buah-buahan lokal karena di Belanda nanas tidak tumbuh.

Mungkin para nyonya Belanda mengadaptasi dari pai apel atau cherry jika di sana.

Sementara itu orang sunda di Bandung, menyebut kue Nastar dengan istilah “ganas jeung tarigu” (nanas dan tarigu).

Nastar tak hanya muncul saat lebaran saja.

Hari Raya Natal dan Tahun Baru Cina (Imlek) biasanya juga ada kue isi selai nanas ini.

Nastar bahkan sudah lama merupakan hal yang wajib disajikan pada Tahun Baru China (Imlek).

Sebab dalam Bahasa Hokian, berarti "ong lai" (yang artinya adalah buah pir emas), yang memiliki arti "kemakmuran datang kemari."

Di samping itu, warna emas serta manis dan lembutnya isian nanas melambangkan rezeki yang manis, dan melimpah.

2. Kue Kaasstengels

Kue Kaasstengels
Kue Kaasstengels (orangegraphiclabs.com)

Orang Indonesia menyebutnya dengan Kastengel, padahal yang benar adalah Kaasstengels.

Sebab kue ini tercipta dari hubungan kolonial Belanda dan Indonesia.

Istilah Kaasstengels itu terdiri dari dua kata, "Kaas" adalah kata Belanda untuk keju, sementara "Stengels" juga merupakan kata Belanda yang artinya tongkat.

Nama itu menggambarkan bahan, bentuk dan asalnya.

Kaasstengels punya rasa yang khas yaitu gurih dan asin.

Namun ada sedikit perbedaan Kaasstengels di Indonesia dan Belanda.

Kaastengels di sisi lain, mengacu pada makanan ringan atau camilan dari "jari-jari keju", yang berasal dari jari (tengels) dan keju (kaas) dalam bahasa Belanda.

Makanya di Indonesia ukuran kue keju ini sebesar jari saja, sekitar 5 cm.

Padahal di Belanda Kaastengels ada juga yang ukurannya lebih panjang dan besar.

Menurut wawasanyangtakterlupakan.blogspot.co.id, panjang Kaastengels di Belanda bisa mencapa sekitar 30 centimeter.

Bisanya kue ini diisi dengan keju gouda atau edam, yang telah digoreng.

Kalau di Belanda Kaastengels besar disajikan dengan semangkuk kecil saus sambal pedas. (TribunStyle.com/Rifan Aditya)

Ikuti kami di
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Cecylia Rura Patulak
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved