Perhatikan! 8 Cara Penyelamatan Diri dan Bertahan Hidup Saat Kamu Terombang-ambing di Laut Lepas
Wisatawan yang berkunjung ke pantai menikmati sinar matahari, pasir pantai yang lembut dan deburan ombak.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Siapa yang tidak suka dengan laut dan pantai?
Banyak orang berkunjung ke pantai dan laut setidaknya setahun sekali.
Wisatawan yang berkunjung ke pantai menikmati sinar matahari, pasir pantai yang lembut dan deburan ombak.
Namun perlu kamu ingat guys, jangan lupakan bahwa laut itu juga berbahaya.
Beberapa kasus orang tenggelam saat berenang sering terjadi.
Jangan sampai kamu menjadi korban berikutnya.
Untuk itu kamu perlu tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dan bertahan hidup jika mengalami hal seperti itu.
Melansir dari Bright Side, ada 8 cara penyelamatan diri dan bertahan hidup saat kamu terombang-ambing di laut lepas:
1. Tenangkan dirimu
Tidak mengherankan jika orang-orang yang berada di perairan terbuka memiliki ketakutan dalam hidup mereka.
Namun, kepanikan pasti tidak akan membantu, ini bisa mengatasi penilaian dan membuat kehilangan ritme pernapasan yang diperlukan.
Karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencoba untuk tenang.
2. Pilih gaya berenang yang tepat
Dalam situasi ini, cepat atau lambat kamu harus bergerak ke dalam air.
Gaya berenang yang dipilih akan menentukan berapa lama kekuatanmu akan bertahan.
Dalam air yang tenang, lebih baik berenang dengan punggung karena kamu akan mendapatkan kesempatan untuk rileks sebanyak mungkin dan bernapas secara merata.
Jika ada ombak, lebih baik berenang dengan perut, misalnya, coba gaya dada.
3. Cari sesuatu yang mengapung
Jika kamu berada di laut terbuka akibat dari kapal karam atau pendaratan air sebuah pesawat, pasti ada banyak hal di sekitar yang mengapung.
Akan lebih baik lagi jika itu adalah kapal atau rakit yang dilengkapi dengan kapal.
4. Jaga pakaian
Ingat bahwa sinar matahari yang terbuka bisa sangat berbahaya.
Jadi jangan melepas pakaian, mereka akan melindungi dari sengatan sinar matahari.
Jika kamu setengah telanjang, cobalah mencari sesuatu yang bisa melindungi dari sinar matahari.
Idealnya, bangun tenda yang akan membuat keteduhan.
5. Tentukan apa yang akan kamu makan
Ada baiknya jika kamu memiliki ransum makanan darurat di rakit.
Jika kamu memiliki ransum, bagi mereka menjadi porsi kecil setiap hari.
Ini akan membuat mereka bertahan untuk waktu yang lama, dan kamu tidak akan memiliki masalah dengan pencernaan.
Jika tidak ada, kamu bisa membuat pancing dari renda dan, sepotong kaleng (untuk kail) dan mencoba memancing.
Jika kekurangan barang semacam itu, coba tangkap rumput laut, ikan kecil bisa terjebak disana.
6. Terus-menerus berikan dirimu cairan
Air jauh lebih berharga daripada makanan.
Namun cairan perlu dikonsumsi terus-menerus.
Ingat bahwa kamu seharusnya tidak minum air laut.
Cobalah untuk memastikan bahwa kamu selalu memiliki beberapa wadah kosong yang tersisa untuk mengumpulkan air hujan.
7. Selamatkan dirimu dengan benar
Semua tindakan penyelamatan Anda harus dipertimbangkan dengan cermat.
Jika kamu tidak tahu di mana Anda berada, jangan asal melaju.
Jangan terburu-buru masuk ke air jika melihat kapal di kejauhan.
Jangan mencoba memberi isyarat api agar tidak membahayakan tempat penampungan sementara atau rakit.
8. Jangan kehilangan harapan
Keputusasaan adalah musuh yang paling berbahaya.
Jangan kehilangan harapan untuk diselamatkan.
Ada banyak cerita tentang orang-orang yang ditemukan dilaut lepas setelah mereka menghilang. (TribunStyle.com/Rifan Aditya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/cari-sesuatu-yang-mengapung_20170530_170844.jpg)