Awas! Hasil Riset: Ketagihan Dua Media Sosial Ini Berakibat Sangat Buruk, Millennial Harus Hati-hati
Namun perjuangan mereka adalah melawan dampak buruk dari kemajuan teknologi. Terutama dari dunia maya khususnya arus kencang informasi dari medsos.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Perjuangan generasi sekarang bukanlah dari angkat senjata dengan berperang.
Namun perjuangan mereka adalah melawan dampak buruk dari kemajuan teknologi.
Terutama dari dunia maya khususnya arus kencang informasi dari media sosial.
Beberapa hasil studi telah menunjukkan bahwa media sosial berdampak buruk pada penggunanya.
Namun baru-baru ini sebuah riset semakin menguatkan hal tersebut dengan menjelaskan lebih detail.
Riset ini dilakukan oleh Royal Society for Public Health.
Sebagaimana diberitakan oleh Thenextweb.com (19/5/2017) sebuah studi terbaru memberi kepercayaan pada apa yang mungkin selalu kamu duga, media sosial memiliki efek yang cukup negatif pada remaja.
Studi yang dipublikasikan dengan judul "Status of Mind", dilakukan oleh periset untuk Royal Society for Public Health di Inggris.
Para peneliti mensurvei 1.479 pemuda Inggris berusia 14-24 tahun, menanyakan bagaimana mereka merasakan berbagai jaringan media sosial mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Mereka mengambil beberapa faktor seperti citra tubuh, kurang tidur, intimidasi, dan identitas diri.
Hasilnya menunjukkan dua jaringan media sosial terburuk bagi anak-anak adalah Instagram dan Snapchat.
Karena keduanya memiliki skor mengerikan untuk citra tubuh, intimidasi, dan kegelisahan.
Twitter dan Facebook tidak jauh lebih baik.
YouTube adalah satu-satunya yang tampaknya lebih banyak mengilhami perasaan positif daripada yang negatif.
Instagram dan Snapchat menjadi penyebab terburuk bagi generasi milliennial.
Bisa jadi karena Snapchat dan Instagram adalah aplikasi berbasis gambar.
Artinya tidak mudah bagi pengguna untuk menghindari perbandingan visual.
Kedua aplikasi tersebut menduduki peringkat tinggi dalam "Fear of Missing Out," dan para periset mengacu hal ini dapat menumbuhkan kecemasan pada sesama pengguna.
Misalnya, melihat teman-teman terus-menerus berlibur atau menikmati malam di luar bisa membuat anak muda merasa seperti mereka kehilangan saat yang lain menikmati hidup.
Perasaan ini bisa mendorong sikap 'membandingkan dan putus asa' dalam diri anak muda.
Individu dapat melihat foto dan video yang dipotret, diedit atau diputar dengan baik, dan membandingkan dengan kehidupan mereka yang tampaknya biasa-biasa saja.
Periset menyarankan cara untuk mengimbangi emosi negatif itu supaya mengingatkan pengguna bahwa kehidupan ada di luar aplikasi ini.
Caranya, ada peringatan pop-up yang akan membuat orang tahu bahwa mereka telah mencapai masa kritis penggunaan media sosial.
Atau bisa juga dengan tanda air yang mengindikasikan sebuah foto telah diolah digital.
Nah, ini peringatan untuk kita semua, jangan sampai terlalu ketagihan dengan media sosial, terutama Instagram dan Snapchat.
Lihat videonya berikut ini:
(TribunStyle.com/Rifan Aditya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/media-sosial-yang-memiliki-dampak-buruk_20170520_121108.jpg)