Pembubaran HTI - 3 Alasan Pemerintah Memutuskan Membubarkan dan Melarang Kegiatan

Pembubaran HTI dan Hizbut Tahrir Indonesia menjadi topik paling populer dibicarakan netizen pada Senin (8/5/2017).

Pembubaran HTI - 3 Alasan Pemerintah Memutuskan Membubarkan dan Melarang Kegiatan
TribunStyle.com/Kolase
Ilustrasi: Pemerintah memutuskan membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

TRIBUNSTYLE.COM - Pembubaran HTI dan Hizbut Tahrir Indonesia menjadi topik paling populer dibicarakan netizen pada Senin (8/5/2017).

Netizen pengguna Twitter sedang ramai membicarakan topik tersebut.

Menurut data dari akun Trendinalia ID ada 1.597 pengguna Twitter membicarakan topik Pembubaran HTI.

Ada 1.853 tweet dan 1.260 retweet dalam enam hari terakhir hingga menjadi trending topik di Indonesia.

Pemerintah Indonesia memutuskan membubarkan dan melarang kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Senin (8/5/2017).

Melansir dari Kompas.com, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas.

Dalam keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pemerintah membubarkan HTI.



Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers terkait pembubaran HTI di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers terkait pembubaran HTI di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017). (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Pertama

Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Suut Amdani
Editor: Suut Amdani
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved