Media Luar Negeri Soroti Kalangan Warga Indonesia yang Mengkonsumi Daging Anjing, Ini Alasannya!

Menurut NY Times, kebutuhan akan konsumsi daging anjing meningkat di beberapa daerah di Indonesia.

Media Luar Negeri Soroti Kalangan Warga Indonesia yang Mengkonsumi Daging Anjing, Ini Alasannya!
worldofbuzz.com
Daging anjing sebagai makanan 

Mereka percaya bahwa mengkonsumsi anjing hitam bisa mengobati asma, bahkan penyakit lain," ungkap Janice Girardi, pemilik asosiasi kesejahteraan hewan di Bali.

Mereka juga memperkirakan sekitar 70 ribu anjing dibunuh dan dimakan di Bali setiap tahunnya.

Yogyakarta mengkonsumi sekitar 215 anjing perhari, setidaknya dua hingga tiga kali lebih banyak dibanding Jakarta.

Stok didapatkan dari daerah di Jawa, dimana ada orang-orang tertentu yang mengumpulkan anjing liar dan bahkan menculik hewan peliharaan untuk dibunuh keesokan harinya.

Anjing yang ditangkap
Anjing yang ditangkap (NBC News)

Tidak ada statistik resmi terkait konsumsi daging anjing.

Namun, pemilik restoran, tukang jagal, peneliti, dan advokat binatang percaya bahwa jumlah anjing yang dibunuh untuk dikonsumsi memang meningkat.

Hal ini berarti, pembunuhan, distribusi, penjualan, dan konsumsi daging anjing tidak terkendali, meskipun anjing bukanlah bahan makanan yang sebenarnya.

Anjing dibunuh dengan memukul kepalanya dengan tongkat kayu, dan tenggorokan ditusuk hingga darah mengalir ke dagingnya.

Anjing yang dikumpulkan
Anjing yang dikumpulkan (HSI)

Kampanye yang melarang konsumsi anjing tidak terlalu efektif di Indonesia, karena tidak ada yang benar-benar peduli.

Namun beberapa aktivis berkata mereka lebih berfokus ke minimalisasi penyebaran rabies.

Silitonga, penjagal anjing dari Jakarta berkata ia tidak takut pada rabies, ia juga telah digigit anjing berkali-kali.

Ironisnya, ia memiliki anjing peliharaan bernama Luna, dan berkata bahwa "Luna tidak untuk dimakan." (*)

Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Diah Ana Pratiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved