Terungkap! Ternyata Beauty And The Beast Ada Kisah Nyatanya, Sama-sama Romantisnya
Saat menunggu mempelai wanitanya yang cantik di altar, Petrus Gonsalvus gemetaran.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Saat menunggu mempelai wanitanya yang cantik di altar, Petrus Gonsalvus gemetaran.
Seperti mempelai pria pada abad ke-16, ia tak pernah melihat perempuan yang akan ia nikahi dan hal tersebut merupakan hal yang biasa disana.
Ketika pintu gereja terbuka, Petrus berbalik dan melihat mata calon istrinya Catherine.
Apa yang ia lihat pada mempelai wanita saat itu adalah patah hati, serta ketakutan dan panik.
Karena saat itu Catherine melihat sesosok monster, orang aneh, seseorang yang ia anggap pemangsa bayi.
Baca: Sinopsis Film Beauty and the Beast - Tayang Mulai Hari Ini di Bioskop, Seperti Apa Jalan Ceritanya?
Baca: Inilah 5 Fakta yang Bakal Bikin Kamu Tercengang dari Gaun Emma Watson di Film Beauty and the Beast
Catherine saat itu berusaha untuk mengontrol ketakutannya dan menikahi "makhluk" jelek, yang ditutupi bulu dari kepala sampai kakinya seperti serigala.
Tapi yang luar biasanya adalah, Catherine pada akhirnya tidak melihat fisik dari suaminya dan jatuh cinta kepada pria pemberani yang dicemooh secara sporadis dan ketidakmengertian orang-orang .
Pada akhirnya mereka hidup dengan tujuh anak dan hidup secara bahagia selama lebih dari 45 tahun.
Terdengar akrab?
Itu terjadi karena Petrus dan Catherine adalah inspirasi untuk pembuatan kisah dongeng, Beauty and the Beast.
Melansir dari Mirror, penulis Perancis Gabrielle-Suzanne de Villeneuve menulis La Belle et la Bête pada tahun 1740 dan jutaan anak muda saat ini menyaksikan Emma Watson dan Dan Stevens memberikan nafas baru di film adaptasi Disney tersebut.
Cerita nyata tersebut memiliki moral bahwa kecantikan berada di dalam kulit.
Petrus dilahirkan di Pedro Gonzalez di Tenerife pada 1537, seluruh tubuhnya ditutupi bulu yang membuatnya seperti makhluk mitos serigala jadi-jadian.
Kalau sekarang kita tahu bahwa hal itu terjadi karena kondisi hypertrichosis, atau sindrom Ambras, yang membuat bulu di sekujur tubuhnya tumbuh lebat.
Mutasi genetis ini juga dinamakan "sindrom werewolf" dan hanya terjadi 50 kasus yang tercatat sejak Abad Pertengahan, dan Petrus adalah orang yang pertama.
Sedikit hal diketahui tentang keluarganya tetapi penampilannya jelas menimbulkan ketakutan dan teori gaib. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/beauty-and-the-beast_20170316_182716.jpg)