Warna Bola Mata Memengaruhi Risiko Katarak, Jadi Bukan Cuma Usia dan Genetik?
Dari semua kebutaan di Indonesia, lebih dari 50% disebabkan oleh katarak!
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Indan Kurnia Efendi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Guys, penyakit katarak mungkin masih sering sekali kita temui.
Beberapa penyebabnya seperti usia, genetik dan trauma pada mata.
Dari semua kebutaan di Indonesia, lebih dari 50% disebabkan oleh katarak dikutip laman depkes.ho.id.
Baca: Siapa Sangka Posisi Duduk Ternyata Bisa Tunjukan Karakter Seseorang, Kalau Kamu yang Mana, Guys?
Meski nggak berbahaya, katarak ternyata bisa menyebabkan dampak yang cukup berat.
Nah, selama ini kita tahu bahwa risiko penyakit katarak semakin tinggi karena faktor usia.
Kita banyak melihat orang tua yang rabun dan bahkan buta karena penyakit ini.
Padalah selain usia, warna bola mata juga mengandung resiko tersendiri.
Dilansir laman goodeyees.com, semakin gelap bola mata seseorang semakin besar kemungkinan mereka terkena katarak.
Dalam dua studi dalam jurnal Internaltional Journal of Ophthalmology menunjukkan kalau warna iris gelap memiliki resiko lebih banyak terkena penyakit setelah 4-5 tahun setelah penilaian.
Hal ini didasrkan pada kondisi melanin yang dimiliki oleh setiap orang.
Orang dengan warna mata gelap memiliki tingkat melanin yang lebih tinggi.
Melanin di iris menyerap energi foton lebih, yang menciptakan panas.
Panas inilah yang kemudian menyebabkan berkembangnya katarak.
Para peneliti merekomendasikan bahwa orang dengan mata cokelat atau hitam harus lebih hati-hati mengikuti langkah-langkah pencegahan katarak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/warna-bola-mata_20170314_131503.jpg)