Usai Ditutup Akibat Memasukkan Jasad Singa dalam Freezer, Kebun Binatang Ini Akan Dibuka Kembali
Bagi para satwa, kebun binatang diharapkan bisa menjaga keberlangsungan hidup dan perkembangbiakan mereka. Namun. . .
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Cecylia Rura Patulak
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Rumah adalah tempat tumbuh dan berlindung para penghuni.
Bagi para satwa, kebun binatang diharapkan bisa menjaga keberlangsungan hidup dan perkembangbiakan mereka.
Sayangnya hal itu tidak berlaku di Tiger Temple, salah satu peternakan harimau yang terkait dengan perdagangan dan kekejaman terhadap binatang.
Baca: Beri Ciuman ke Singa, Gadis Ini Dapat Respon Mengagetkan!
Tiger Temple di Thailand ini ditutup tahun lalu di tengah tuduhan peternakan ilegal dan perdagangan harimau.
Pada bulan Mei 2016, lebih dari 500 petugas dari Department of National Parks Thailand, Wildlife and Plant Conservation (DNP) menggrebek objek wisata ini.
Di sana ditemukan anak harimau mati di dalam freezer bersebelahan dengan kulit singa, jimat dan pernik gigi harimau.
Lebih dari 40 anak harimau beku ditemukan, meskipun tidak jelas bagaimana bangkai tersebut akan digunakan.
International animal welfare charity, World Animal Protection mengatakan bahwa Thailand’s controversial Tiger Temple Co. Ltd. sedang berencana untuk dibuka kembali dengan nama baru.
Pihak pengembang akan menamainya dengan Golden Tiger (Thailand) Co.Ltd.
Golden Tiger (Thailand) Co Ltd saat ini sedang membangun tempat baru di Kanchanaburi, Thailand barat.
Proyek ini telah mengeluarkan izin sementara oleh DNP.
Dr Jan Schmidt-Burbach, penasihat satwa liar senior di Perlindungan Hewan Dunia mengatakan: 'peternakan Tiger tidak ada hubungannya dengan konservasi.
Mereka hanya ebrtugas untuk membawa penderitaan ekstrim dari kehidupan hewan yang mengerikan.
"Tempat ini harus diberhentikan mulai sekarang karena mereka jelas memiliki link ke sisi gelap dari jaringan perdagangan satwa liar."
Menambahkan bahwa wisatawan dapat berperan dalam mencegah kekejaman terhadap hewan di Thailand, Dr Schmidt-Burbach menambahkan:
"Turis perlu menyadari bahwa kesempatan sekali seumur hidup untukdekat dengan harimau menyebabkan penderitaan seumur hidup."
"Selfie dengan harimau itu kejam, jadi jangan lakukan itu."
Tahun lalu, World Animal Protection merilis sebuah studi tentang harimau yang digunakan untuk hiburan di Thailand.
Dan hasilnya terlihat peningkatan 33% dalam jumlah harimau di fasilitas pariwisata selama periode lima tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/harimau-di-kebun-binatang_20170226_094648.jpg)