Breaking News:

Terpopuler Hari Ini

Gelandangan Ini Tak Mengemis atau Meminta Belas Kasihan, Tapi Duduk Memegang Kertas, Ternyata . . .

Calliso tak mengemis atau pun mengamen. Pria ini terlihat memegang beberapa kertas di tangannya.

Tayang:
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Cecylia Rura Patulak
Facebook/Michael Marteen
Frederick Calliso. 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti

TRIBUNSTYLE.COM - Tak hanya di negara berkembang, permasalahan kesejahteraan juga menjadi isu di negara maju.

Meski sudah maju, gelandangan masih bisa di temui di negara-negara besar.

Beberapa memutuskan untuk hidup di jalanan.

Baca: Belikan Sarapan untuk Gelandangan, Gadis Ini Terkejut Saat Tahu Apa yang Jadi Balasannya!

Ada yang bertahan hidup menjadi pengemis, ada pula yang menjadi pengamen.

Seorang gelandangan pria bernama Frederick Calliso juga terlihat terduduk di pinggir jalan.

Pria asal Washington, Amerika Serikat, ini memutuskan untuk pindah ke Sacramento 2 tahun lalu.

Dulunya, Calliso bekerja sebagai tukang masak.

Namun, bisnis tersebut bangkrut dan membuatnya kehilang pekerjaan.

Jadi, nasib Calliso kemudian berakhir di pinggir jalan.

Tapi, jangan salah, Calliso tak mengemis atau pun mengamen.

Pria berusia 53 tahun ini telah lama duduk di depan sebuah supermarket.

Pria ini terlihat memegang beberapa kertas di tangannya.

Calliso duduk di depan supermarket sambil membawa CV
Calliso duduk di depan supermarket sambil membawa CV (Facebook/Michael Marteen)

Ternyata, kertas tersebut berisikan resume Calliso atau yang juga dikenal dengan istilah Curriculum Vitae (CV), melansir Today.

Tertulis biodata, keahlian dan pengalaman kerjanya.

Ternyata, Calliso sering bekerja sebagai juru masak di berbagai tempat.

CV Calliso
CV Calliso (Facebook/Michael Marteen)

Calliso memang tak memiliki pekerjaan dan rumah, namun dia tak mau mengemis.

Dia justru membagikan resume-nya ke siapa saja yang membutuhkan karyawan.

Calliso diijinkan membagikan CV-nya di depan supermarket karena dia dianggap baik.

Dia biasa membantu para pelanggan mendorong troli secara gratis.

Seorang pria bernama Michael Marteen menyaksikan sendiri apa yang dilakukan Calliso.

Saat itu Marteen memang sedang ingin berbelanja di supermarket.

"Ketika aku meminta resume-nya, dia segera berdiri dan memberikannya padaku.

Dia juga mulai menceritakan tentang semua pengalamannya seakan itu adalah wawancara kerja," ungkap Marteen.

Marteen berbincang dengan Calliso
Marteen berbincang dengan Calliso (Facebook/Michael Marteen)

Merasa terkesan dengan usaha Calliso, Marteen pun mememotret resume dan mengunggahnya ke akun Facebook-nya.

Cara ini ia lakukan untuk membantu Calliso lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Berkat unggahan Marteen, seseorang pun menemui Calliso.

Pria tersebut menawarinya pekerjaan sebagai tukang masak di sebuah restoran pizza.

Marteen mengaku Calliso sangat senang dengan pekerjaan baru yang ia dapatkan.

"Dia tidur larut malam karena mempelajari menunya selama berjam-jam," jelas Marteen.

Calliso duduk di depan supermarket membagikan CV
Calliso duduk di depan supermarket membagikan CV (Facebook/Michael Marteen)

Restoran tersebut memberi Calliso seragam untuk dipakai saat bekerja.

Tak hanya itu, seorang rekan kerjanya bersedia memberinya tempat tinggal hingga ia bisa mandiri kembali.

Marteen pun sempat melakukan penggalanan dana untuk Calliso melalui situs GoFundMe.

Salut!

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Frederick CallisoAmerika SerikatTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved