Breaking News:

Pilkada Jakarta

Di Tempat Ibadah Tak Boleh Berkampanye, Begini Cara Anies Baswedan Bersiasat Lewat Candaan

Di dalam tempat ibadah tidak boleh berkampanye, begini cara Anies Baswedan bersiasat lewat candaan di depan para jamaah.

Tayang:
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNSTYLE.COM -  Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertanya kepada para jemaah yang hadir dalam acara peringatan maulid nabi di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, soal keinginan untuk mengganti gubernur.

Serempak, jemaah yang hadir langsung menjawab, "iya".

"Insya Allah pada tanggal 15, kalau Bapak-bapak, Ibu-ibu, mau mengganti gubernur, pilihannya tinggal dua. Tinggal dua itu maksudnya bukan nomor dua, pilihannya tinggal nomor satu atau nomor tiga," ujar Anies saat menyampaikan sambutan dalam acara tersebut, Sabtu (4/2/2017) malam.

Karena berada dalam acara maulid nabi di sebuah masjid, Anies menyebut tidak boleh berkampanye.

Oleh karenanya, dia tidak meminta para jemaah yang hadir untuk memilihnya.

"Di dalam masjid tidak boleh kampanye, tapi saya beritahu aja nomor tiga itu namanya Anies Baswedan," kata Anies disambut tawa para jemaah.

Anies ingin mengajak warga untuk melakukan perubahan pada 15 Februari 2017 nanti, bukan sekadar mengganti gubernur.

Dia menyebut ada 300 lokasi di Jakarta yang akan digusur. Apabila warga salah memilih, bisa jadi penggusuran tersebut terealisasi.

"300 kampung yang akan digusur, sudah masuk daftarnya, tinggal dijalankan. Jadi Bapak Ibu, saya ingin sampaikan 15 Februari besok bukan hanya kita dapat apa, tapi kita mau menyelamatkan mereka atau tidak," ucap dia.

Anies berharap warga tidak memilih untuk diam. Diam, kata Anies, berarti sikap pembiaran, membiarkan penggusuran tersebut terjadi.

"Saya tidak ingin mengatakan satu atau tiga, terserah Bapak Ibu sekalian. Yang saya ingin sampaikan, jika kita pilih diam, maka kalau sampai ternyata (penggusuran) jalan terus, Bapak Ibu ikut tanggung jawab karena mendiamkan," tutur Anies.

Anies meyakini bahwa warga Jakarta mengetahui pilihan mana yang terbaik. Dia tidak meminta warga memilihnya dalam acara tersebut. Di akhir sambutannya, Anies mengajak para jemaah untuk bertakbir.

"Jadi kalau takbir jangan sekali, biar afdol tiga kali," kata dia.

Anies kemudian memekikkan kata "takbir" dan disambut para jemaah dengan menjawab "Allahu Akbar". (Nursita Sari/ Kompas.com )

Anies Baswedan
Anies Baswedan

Anies: Kita Ingin Pemimpin yang Hormati Ulama

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peringatan maulid nabi di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017) malam. (Nursita Sari/ Kompas.com )
Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peringatan maulid nabi di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017) malam. (Nursita Sari/ Kompas.com )

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2017) malam.

Anies datang sekitar pukul 21.00 WIB dan bercengkrama bersama para tokoh di salah satu rumah, sebelum masuk ke dalam masjid, tempat acara maulid dilangsungkan.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menyampaikan sambutannya sekitar pukul 21.30 WIB. Anies menyinggung soal pemungutan suara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 yang tinggal 11 hari.

Anies menyebut dirinya mendapatkan amanah untuk menjadi salah satu calon gubernur. Anies mengatakan ingin mengembalikan Jakarta menjadi kota yang menjunjung tinggi adab.

"Insya Allah kami ingin mengembalikan agar Jakarta ini menjadi kota yang adabnya dijunjung tinggi. Kita ingin pemimpin yang menghormati, menghormati rakyatnya, menghormati ulama," ujar Anies dalam sambutannya.

Selain itu, Anies ingin Jakarta menjadi rumah bagi umat Islam. Dia tidak ingin membatasi siswa mengenakan baju takwa di sekolah, membatasi kegiatan kurban di sekolah, hingga tidak ingin melarang Monas dijadikan tempat kegiatan keagamaan.

"Insya Allah kami akan kembalikan Jakarta menjadi rumah kita bersama," kata dia.

Anies juga ingin Jakarta menjadi tempat untuk menumbuhkan adab anak-anak, baik di sekolah, madrasah, maupun lingkungan sekitar. Anies menuturkan, Jakarta memiliki banyak persoalan.

Namun, hal tersebut bisa diselesaikan apabila diatasi dengan cara yang benar.

"Jakarta ini urusannya banyak, diselesaikan cepat tidak mungkin, tapi diselesaikan dengan benar dan baik itu mungkin," ucap Anies. (Nursita sari/ Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Anies BaswedanPilkada JakartaJakarta Selatan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved