Alamak! Sering Sarapan Roti Bakar Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Kok Bisa?
Para ilmuwan pangan mengatakan bahwa roti dan kentang tidak boleh dibakar terlalu gosong!
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Indan Kurnia Efendi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Sarapan roti bakar dengan selai dan telur mata sapi menjadi favorit bagi sebagian orang.
Prosesnya yang cepat dan cara yang simple membuat kita yang diburu waktu menjadikan menu ini sebagai kesukaan.
Namun ternyata pola makan roti bakar perlu memperoleh perhatian khusus.
Baca: Mencoba Minum ASI Selama 7 Hari, Perempuan Spanyol Ini Alami Perubahan Mengejutkan
Terlebih dengan tingkat warna dan kematangan roti.
Para ilmuwan pangan mengatakan bahwa roti dan kentang tidak boleh dibakar terlalu gosong dikutip dari laman womansday.com.
Keduanya harus dimasak dalam warna kuning emas, bukan cokelat.
Hal ini dikarenakan untuk menghindari asupan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan munculnya bahan kimia berbahaya penyebab kanker.
Akrilamida kimia dapat muncul saat makanan di panggang, goreng dan dibakar terlalu lama dengan temperatur tinggi.
Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa zat tersebut dapat meracuni DNA pada hewan.
Meskipun jurubicara Peneliti Kanker mengatakan bahwa hubungan antara zat tersebut dengan manusia belum ditemukan, Food Standards Agency (FDA) merekomendasikan untuk berhati-hati dalam memasak dan menghindari warna coklat.
FSA juga memperingatkan untuk tidak menyimpan kentang di kulkas.
Kebiasaan tersebut akan meningkatkan kadar gula dalam sayuran jika ditaruh dalam tempat dingin.
Suhu dingin menyebabkan meningkatnya akrilamida selama proses memasak.
Zat seperti ini dapat ditemukan pada makanan bertepung yang dimasak dengan suhu 120 derajat celcius, seperti roti, keripik, sereal sarapan, kue, biskuit dan kopi.
Sayangnya FSA tidak mengatakan berapa banyak akrilamida yang dapat membahayakan tubuh seseorang.
Namun demikian, makanan dengan warna emas perlu tetap diperoleh.
FSA juga merekomendasikan untuk makan dengan pola makan seimbang untuk mengurangi risiko kanker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi_20170202_140712.jpg)