Breaking News:

Udah Tidur Cukup Lama, Tapi Kok Masih Sering Ngantuk ya? Bisa Jadi Kamu Alami Hipersomnia

Terkadang tidur sudah cukup lama tapi bangun pagi masih kurang segar? Siang hari juga masih terus mengantuk?

Tayang:
Editor: Diah Ana Pratiwi
New Health Advisor
Ilustrasi mengantuk. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kebugaran dan vitalitas sangat penting di era modern serba cepat ini.

Terkadang tidur sudah cukup lama tapi bangun pagi masih kurang segar?

Siang hari juga masih terus mengantuk?

Belum lagi kemampuan konsentrasi yang tak maksimal dan emosi yang mudah terpancing.

Baca: Badan Lemes, Ngantuk Melulu? Lakukan 10 Cara Bangkitkan Energi Dengan Cepat

Tidur memiliki porsinya sendiri.

Jika sudah cukup, seseorang tak akan mengantuk lagi.

Selama masih ada kantuk, berarti masih kurang, durasi atau kualitas.

Kecukupan tidur manusia dewasa adalah 7-9 jam setiap hari nya.

Catat kebiasaan tidur Anda, lalu lihat setelah dua minggu.

Apa benar sudah cukup tidur setiap harinya?

Anda bisa juga bandingkan dengan catatan dari gelang kebugaran.

Jika sudah cukup tidur tapi masih mengantuk ini disebut sebagai *hipersomnia*.

Kondisi hipersomnia bisa disebabkan oleh berbagai penyakit tidur.

1. Narkolepsi, yang ditandai dengan kantuk hebat di siang hari

Bisa disertai dengan serangan tidur atau fenomena "ketindihan".

Gangguan terjadi pada pusat pengatur mimpi, sehingga gelombang otak terjaga dan tidur mimpi tumpang tindih.

2. Periodic limb movements in sleep, di mana kaki saat tidur bergerak-gerak sendiri secara periodik

Setiap tergerak, otak akan terbangun hingga mengganggu kualitas tidur.

Tapi jangan salah, penderita tak menyadari jika sepanjang malam ia terbangun-bangun.

Ia hanya bangun dengan perasaan lelah dan tak segar sepanjang hari.

3. Sleep apnea alias henti nafas saat tidur, ditandai dengan dengkuran

Mendengkur bukanlah tanda tidur yang nyenyak.

Pendengkur berulang kali tercekik selama tidur hingga tanpa sadar otaknya terbangun-bangun.

Akibatnya penderita sleep apnea bangun kurang segar dan terus merasa mengantuk, hipersomnia.

Tak heran jika di beberapa negara, pendengkur dilarang berkendara.

Selain itu sleep apnea telah dinyatakan menjadi penyebab utama hipertensi, penyakit jantung, diabetes, stroke, impotensi dan kematian.

Tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur.

Kemampuan otak dan performa manusia hanya dibangun saat tidur.

Untuk itu mulailah perhatikan kesehatan tidur Anda dan keluarga.

dr. Andreas Prasadja, RPSGT
Sleep Disorder Clinic, RS. Mitra Keluarga Kemayoran
www.andreasprasadja.com

(Kompas.com/Dr. Andreas Prasadja, RPSGT)

Sumber: Kompas.com
Tags:
Kompas.comTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved