Breaking News:

Kaleidoskop 2016

Kentang 32 Ton Tak Terjual Usai Tempuh Perjalanan 4 Hari, Akhirnya Sang Petani Bernasib Begini

"Beberapa pejalan di Qianhai membantunya dengan menghubungi orang-orang untuk menawarkan dan membeli, tapi itu tak banyak membantu"

Tayang:
Editor: Lilis Maryati
Shanghaiist.com
Kentang yang dijual Ma 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti

TRIBUNSTYLE.COM - Awal bulan ini, seorang petani bernama Ma dari Qianhai, barat laut Tiongkok, membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya.

Pada bulan Agustus, keluarga Ma telah memanen 40 ton kentang.

8 Ton telah berhasil dijual di Qianhai.

Ma memutuskan untuk berangkat ke Shenzhen dengan membawa 32 ton sisa kentangnya, melansir Shanghaiist.

Petani tersebut ingin menjual kentangnya dengan harga yang lebih tinggi.

Agar keuntungannya bisa digunakan untuk kembali pulang.

Sayangnya, sesampainya di sana, sebuah masalah terjadi.

Ma diberitahu bahwa kualitas kentangnya terlalu buruk untuk dijual di pasar lokal tersebut.

Sungguh malang, Ma tetap harus membayar biaya transportasi 16 ribu Yuan atau sekitar Rp 31 juta.

2,500 Km telah dia tempuh untuk bisa sampai ke Shenzen.

4 Hari 4 malam dia habiskan di jalan demi keuntungan lebih.

Namun, perjalanannya harus berakhir mengenaskan.

Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist

Ma tak punya tempat untuk menyimpan tumpukan kentangnya.

Karena tak punya pilihan lain, Ma akhirnya membuang 32 ton kentang tersebut ke pinggir jalan dekat sebuah taman di Guanlan, Longhua New Area.

Ma hanya bisa duduk pasrah sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya kemudian.

Ternyata kisah pilunya tak berakhir di situ.

Beberapa orang yang melintas penasaran dengan kentang yang dia jual.

Berdasarkan pemilik toko grosir di dekat lokasi, kentang Ma terjual sedikit karena jarangnya orang yang lewat di sana.

"Beberapa pejalan di Qianhai membantunya dengan menghubungi orang-orang untuk menawarkan dan membeli, tapi itu tak banyak membantu," jelasnya.

Foto-foto Ma dan tumpukan kentangnya ini akhirnya diunggah ke situs WeChat pada 14 November dan jadi viral.

Banyak pembeli berbondong-bondong membeli kentang Ma.

Dalam semalam, para penduduk sekitar menyerbu dagangannya.

Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist

Seorang pembeli yang tinggal dekat dengan lokasi datang membeli setelah membaca unggahan di internet.

"Pria tua ini terlihat kelelahan setelah 10 hari mencoba menjual segunung kentang ini, jadi aku membeli untukku dan teman-temanku," ungkapnya.

Bahkan, beberapa penduduk membantu Ma menjual kentang-kentangnya.

Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist
Ma
Shenzhen Evening News via Shanghaiist

Saat pagi tiba, tumpukan kentang Ma sudah ludes terjual.

"Benar, semua kentangnya sudah terjual, terima kasih untuk penduduk Shenzhen yang sangat baik hati," kata Ma senang.

Dilansir Daily, tidak ada kata-kata yang bisa katakan untuk semua orang yang sudah membantunya.

"Perjalanan dari Qianhai ke Zhenshen adalah perjalanan terlama yang pernah aku lakukan. Aku sangat terkesan. Aku akan pulang besok," jelasnya.

Benar-benar sebuah keajaiban ya!

Bukti nyata semangat tolong-menolong.

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
TiongkokTribunStyle.comShanghaiist
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved