Breaking News:

Terpopuler Hari Ini

Gara-gara Dilarang Lakukan Hal Sepele, Bocah Ini Tendang Sang Ibu Sebanyak 5 Kali

Anak-anak sering secara spontan meluapkan perasaannya. Mereka tak tahu apakah itu baik atau tidak.

Tayang:
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Desi Kris
YouTube
Bocah Tendang Ibunya 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Anggraini Wulan Prasasti

TRIBUNSTYLE.COM - Anak-anak sering secara spontan meluapkan perasaannya.

Mereka tak tahu apakah itu baik atau tidak.

Seperti yang terjadi pada seorang bocah yang bikin geger dunia maya ini.

Belakangan tersebar sebuah video kekerasan yang dilakukan seorang anak terhadap ibunya.

Video berdurasi 8 detik tersebut memperlihatkan seorang anak laki-laki menendang ibunya sebanyak 5 kali.

Sang nenek terlihat berusaha melindungi sang ibu dari amukan anaknya.

Dilansir Shanghaiist, kejadian ini terjadi di sebuah rumah sakit di Guangzhou, Tiongkok.

Tak banyak yang tahu, ternyata di Tiongkok terdapat sebuah fenomena anak semacam ini.

Keluarga yang hanya memilik seorang anak tunggal dianggap memiliki "kaisar kecil".

Mereka dimanjakan dan diberi segala hal yang mereka inginkan.

Hanya satu yang tak diberikan, yaitu kedisiplinan.

Bukan tanpa alasan, ternyata anak yang diperkirakan berusia 10 tahun mengamuk karena sebab sepele.

Yaitu ia dilarang bermain ponsel oleh sang ibu.

Seorang pakar anak mengatakan bahwa kejadian semacam ini semakin sering terjadi di Negeri Tirai Bambu.

Untuk itulah para orangtua harus bekerja ekstra untuk mendisiplinkan anaknya.

Video ini tersebar dan membuat para netizen merasa geram.

Namun, anehnya, setelah melihat rekaman tersebut, seorang netizen justru memberikan komentar sebaliknya.

Ia menganggap orangtua lah yang bersalah.

"Ini adalah salah orangtua, bukan anaknya. Mereka harusnya mengajarkan anak mereka cara berperilaku baik," komentarnya di Weibo.

Bahkan ada pula netizen yang mengaku akan membalas jika itu terjadi padanya.

"Jika itu adalah anaknya, aku akan balas menendangnya."

Lihat video selengkapnya!

Menurutmu gimana guys?

Sedih! Diabaikan Orangtua, Bocah 16 Tahun Ini Harus Kerja Keras Menghidupi Adiknya

Soni dan marcell
Dari kiri, Soni (16) dan Marcel (3), anak yang ditinggal orangtua di Perumahan Bugel Mas Indah, Tangerang, Rabu (4/1/2017). Soni dan Marcel tinggal bersama Desi, tantenya yang mengidap gangguan jiwa. Kedua anak itu ditinggal sang ibu menikah lagi dan sang bapak meninggal dunia.

Marcel (3) tampak terdiam sambil duduk di ruang tamu.

Tangan kanannya memegang sepotong roti isi cokelat yang mengering. Kepalanya sedikit menengadah.

Dia tak bisa berbicara dan berjalan dengan normal. 

Tepat di sampingnya, ada Soni (16), kakak dari Marcel. Mata Soni tampak sayu. Badannya tampak lesuh karena tengah demam.

Kedua anak itu tinggal dalam rumah bersama Desi, saudara kandung dari orangtua Soni dan Marcel.

Namun, menurut puskesmas setempat, Desi memiliki gangguan jiwa sehingga tak bisa beraktivitas seperti biasa.

Rumah yang ditempati pun tergolong tak layak. Listrik di rumah mati, sementara air tergolong tak laik.

Barang-barang di rumah tampak berantakan. Hanya satu kamar yang ditempati. Itu pun ditempati oleh Desi.

Sementara itu, Soni dan Marcel tidur di ruang tamu dengan kasur yang sudah usang.

"Ibu sudah lama pergi, kalau bapak meninggal," kata Soni bercerita kepada Kompas.com di rumahnya, Perumahan Bugel Mas Indah Blok D2 Nomor 15, Tangerang, Rabu (4/1/2017).

Dari cerita Soni, ayahnya meninggal sejak dua tahun lalu karena komplikasi penyakit.

Sementara itu, sang ibu memilih untuk pergi meninggalkan dia dan Marcel karena menikah dengan pria lain.

Soni merupakan anak pertama, sedangkan Marcel adalah anak keempat.

Sang ibu memilih untuk membawa anak kedua dan ketiga.

Soni tak mengetahui alasan sang ibu meninggalkan dia dan si bungsu.

Sang ibu bertemu dengan Soni sekali dalam satu pekan dan memberikan uang Rp 30.000.

"Tiba-tiba (ibu) pergi dan saya enggak tahu kalau ibu sudah menikah," ujar Soni. Alhasil, Soni yang putus sekolah sejak kelas satu SMP itu harus berjibaku menghidupi dia dan sang adik.

Soni bekerja mulai dari membantu pedagang nasi goreng hingga pedagang kopi. Saat membantu pedagang nasi goreng, ia harus bekerja dari sore hingga tempat dagang tutup.

Sebagai imbalan, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan satu porsi nasi goreng.

"Nasi goreng itu buat saya dan Marcel makan malam. Saya bangunin dia saat malam untuk (sekadar) makan," kata Soni.

Namun, Soni berhenti dan berpindah kerja membantu warung kopi. Dia bekerja dari pagi hingga larut malam.

Di sana, Soni diberikan upah Rp 10.000 dan dua potong roti untuk makan pagi. Soni bercerita, sehari-hari ia dan si bungsu makan dengan lauk tahu dan tempe.

Mereka makan saat Soni pulang kerja, sementara Desi makan dengan uang sendiri.

Soni juga kerap dibantu diberi makan oleh tetangga dan pemerintah.

Namun, kondisi dia tak urung membaik. Kini Soni tak memiliki tujuan selain menghidupi sang adik.

Rasa sayangnya dengan sang adik membuat dia rela banting tulang untuk sekadar memberikan sesuap nasi kepada Marcel.

Kita bisa bantu Soni dan Marcel di sini: https://kitabisa.com/anaknafkahiadik 

(Kahfi Dirga Cahya/kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
TiongkokWeiboTribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved