Keren! Pria Autis Asal Tuzla Ini Bisa Berbicara dalam 56 Bahasa dengan Lancar!
Saat ini tentu sudah tidak asing lagi jika melihat banyak anak kecil yang sudah pintar berbicara lebih dari satu bahasa asing.
Penulis: Desi Kris
Editor: Desi Kris
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Desi Kris
TRIBUNSTYLE.COM - Mengusai bahasa asing, tentu sangat membantu kita dalam setiap hal.
Saat ini tentu sudah tidak asing lagi jika melihat banyak anak kecil yang sudah pintar berbicara lebih dari satu bahasa asing.
Namun, hal berbeda telah dilakukan pria asala Tuzla ini.
Muhamed Mesic adalah pria yang bisa berbicara dalam 56 bahasa dengan lancar.
Selain itu, ia juga bekerja sebagai anggota dewan, pengacara, budayawan Jepang, dan penasihat Presiden Macedonia Gjorge Ivanov.
Tak hanya itu, Muhamed juga sempat mendapatkan sebuah penghargaan bergengsi Brainswork Award 2010 di Wina.
Dilansir dari sarajevotimes.com, Muhamed sempat mengatakn jika keinginannya untuk mengenal dunia begitu besar.
"Saya memiliki keinginan yang besar untuk mengenal dunia. kehendak manusia adalah sebuah keajaiban, Dunia terlihat berbeda dalam bahasa lain.
"Sementara semua pikiran yang berbeda dalam bahasa asing bisa memiliki kemampuan untuk menciptakan gamabaran yang sama sekali berbeda dari satu bahasa dengan bahasa lain," ungkapnya.
Tak hanya itu, Muhamed juga memberikan motivasi yang membangun semangat seseorang untuk bisa lebih maju.
"Kamu harus bisa menemukan cara untuk mempelajari materi secara efisien, dan jika kamu gigih kesuksesan itu pasti tidak bisa dihindari," ucapnya.
Rata-rata, Muhamed membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu untuk menguasai dasar-dasar bahasa.
Namun, ia menambahkan bahwa semakin kita sering berbicara, lebih mudah bagi kita untuk belajar yang lain.
Muhamed mengatakan jika dirinya tidak memiliki waktu untuk pribadinya.
Tidak mudah baginya, bahwa setiap hari ia harus belajar.
tetapi ia merasa jika dirinya bisa berguna dan bahagia.
"Saya akan jujur, saya menghabiskan sekita 200 hari per tahun di pesawat. Saya selalu bepergian ke berbagai seminar, ceramah, dan pelatihan. Tapi saya tidak pernah mengeluh,
"Saya menyadari jika kamu harus menjadi korban jika ingin menjadi seperti saya. Oleh karena itu saya menyarankan semua orang untuk mengorbankan diri sendiri jika ingin hidup sendiri.
"Di negara-negara kecil seperti kita, pengetahuan adalah kekuatan kunci," kata Muhamed.
Muhamed memang sudah tertarik dengan bahasa sejak ia kecil.
Di usianya yang masih 5 tahun, ia pergi berlibur ke Yunani dan memahami bahasa mereka yang bahakan kedua orangtuanya pun tidak paham.
"Pada akhir liburan kita, aku mampu membantu ayahku untuk berkomunikasi dengan mekanik yang memperbaiki mobil kita dan orangtuaku terkejut," ungkapnya.
Cara ia mempelajari bahasa pun tidak terduga.
Seperti dari prajurit Swedia yang pernah ditugaskan perang Bosnia dan di perjalanan ke Hongaria bersama sang nenek.
Orangtua Muhamed pun merasakan ada keanehan kepada putranya dan sempat dibawa ke dokter.
Setelah itu, orangtuanya pun mengetahui jika putranya tengah mengalami asperger sindrom yaitu salah satu gejala autisme yang bermasalah dengan komunikasi.
Namun dengan sindrom tersebut malah membantu Mohamed untuk lebih cepat menguasai beberapa bahasa asing.
Yuk intip videonya di sini!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/muhamed-mesic_20170103_093709.jpg)