Nenek Ini Dipaksa Turun dari Penerbangan dan Diperlakukan Bak Teroris, Alasannya Sungguh Terlalu
Seorang perempuan yang sakit para mengklaim ia telah diperlakukan "layaknya seorang teroris" setelah dikeluarkan dari sebuah penerbangan easyJet!
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Indan Kurnia Efendi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang perempuan yang sakit para mengklaim ia telah diperlakukan "layaknya seorang teroris" setelah dikeluarkan dari sebuah penerbangan easyJet karena tank oksigennya bisa "membuat bahaya."
Dorothy Rostron, 82, yang memiliki penyakit kronis paru-paru dan sangat bergantung pada tanki oksigennya agar bisa bernafas.
Ia ditinggalkan begitu saja oleh karyawan maskapai saat ia ingin pulang dari liburan di Malaga.
Keluarga yang berasal dari Burnley, Lancashire, Inggris, mengatakan bahwa mereka hampir satu jam mengecek dan ditinggalkan oleh easyJet.
EasyJet diduga mengatakan bahwa tanki oksigen tersebut dapat membuat "masalah keamanan."
EasyJet memang mengatakan memperbolehkan penumpangnya membawa oksigen botol jika dibutuhkan.
Namun yang dibawa mereka bukanlah wadah oksigen yang aman.
Keluarga beranggotakan empat orang tersebut harus membeli oksigen darurat untuk Dorothy saat mereka menunggu di Malaga Airport untuk memastikan mereka bisa pulang.
Menantunya Donnie Doran mengatakan: "Kami merasa kami seperti teroris bahwa kami adalah masalah keamanan pada saat penerbangan.
"Aku pikir ini adalah diskriminasi bagi orang penyandang disabilitas."
"Coba katakan hal tersebut kepada perempuan 82 tahun bahwa ini adalah masalah keamanan."
Ia mengatakan sebelum melakukan perjalanan, keluarga tersebut telah mengecek relevansi dengan easyJet dan mengisi data-data serta membayar £3,000 untuk asuransi.
Pria 58 tahun tersebut melanjutkan: "Istriku telah mengkontak easyJet dengan detail wadah oksigen.
"Mereka mengatakan tipe ini aman.
Perjalanan dari Manchester baik-baik saja, saat kami tiba mereka mencari kami.
Namun, perjalanan pulang sangat tidak menyenangkan.
Mereka mengatakan bahwa tidak ada satupun yang bisa terbang, kami memberikan informasi, menunjukkan kepada mereka botol dan semuanya yang dibutuhkan.
Kami tidak pernah merasa malu seumur hidup kami.
Mereka hanya mengecek gas saat kami duduk di pesawat.
Setelah 45 menit duduk ada beberapa diskusi dengan kepala pramugari dan pilot.
Mereka datang dan mengatakan kami tidak diperbolehkan, semuanya tidak boleh terbang - kami berempat."

EasyJet memperbolehkan penumpang untuk membawa botol oksigen jika memang dibutuhkan / The Sun
Ia menambahkan: "Kami memberikan semua informasi, jika mereka memiliki masalah mereka seharusnya tidak memperbolehkan kami untuk terbang dengan mereka dari awal. Kami melakukan semua yang mereka minta."
Akhirnya, Maskapai Norwegia bisa menerbangkan mereka kembali ke Manchester di penerbangan selanjutnya.
Juru bicara easyJet mengatakan: "easyJet meminta maaf kepada penumpang yang ditolak untuk melakukan perjalanan dengan penerbangan EZY1924 dari Malaga ke Manchester pada 19 Desember sebagai hasil dari konflik dokumen untuk mendukung penggunaan kebutuhan oksigen sendiri pada penerbangan.
"easyJet memperbolehkan penumpang untuk membawa dua tabung oksigen gratis dengan surat dokter, namun tidak boleh oksigen cair.
"Sayangnya oksigen yang dibawa oleh penumpang ini diproduksi oleh perusahaan bernama Liquid Oxygen yang dengan jelas ditampilkan dibotol.
"Sebagai hasilnya pengecekan tambahan harus diberlakukan untuk bisa terbang.
"Karyawan yang ada disana sudah menawarkan kepada penumpang ini akomodasi semalam dan penerbangan selanjutnya gratis.
"Penumpang tersebut memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan penerbangan alternativ ke Inggris hari ini (Selasa, 20/12/2016)."
"Keamanan dari seluruh penumpang dan kru adalah prioritas utama dari easyJet."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/dorothy-rostron_20161221_191432.jpg)